Tanggapan para peserta Pekan Kebudayaan Nasional 2019

Pekan Kebudayaan Nasional – telah memasuki hari keempat yang dibuka sejak tanggal 7 Oktober 2019 diselenggarakan di Istora Senayan, Jakarta.

Terdapat juga tarian daerah yang ditampilkan yaitu tarian tradisional dari Aceh barat yaitu Likok Pulo. Tarian ini diperuntukkan untuk laki-laki. Latihan yang dilakukan selama 3 bulan. Tari ini biasanya disajikan pada upacara adat setelah dan sesudah menanam padi yang dipertunjukan pada malam hari dan hingga sampai pagi hari dengan gerak tarian yang bahu membahu, berbanjar dan duduk bersimpuh. Menceritakan kehidupan masyarakat yang membuat kita harus berdo’a dulu kepada Tuhan agar selalu tetap bersyukur.”

Berikut beberapa ungkapan dari peserta setelah mengikuti Pekan Kebudayaan Nasional.

Dra. Zaimah M.Si Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan Aceh Besar
“Dengan adanya Pekan Kebudayaan Nasional semoga kedepannya budaya-budaya yang ada di Indonesia ini dapat diteruskan pada generasi muda agar tidak hilang budaya-budayanya terutama budaya Aceh Besar.

Rusydi, S.Ag Humas Disdikbud Aceh Besar
“sistem Pendidikan terbaru melalui seni budaya. Di Aceh Besar sudah menerapkan ini dengan memadukan seni budaya, agama dan ilmu pengetahuan. Semoga dengan adanya Pekan Kebudayaan Nasional dapat mempeerat persatuan ditengah kebhinekaan.

Medya Husen Seniman dan Budayaan
“Suatu kebanggan bagi kami dapat membawakan Tarian Likok Pulo sampai tingkat Nasional.”

Dani Orista Agud S.Pd Guru dan Pelatih Seni
“Dengan adanya Pekan Kebudayaan Nasional ini sangat bagus terutama memperkenalkan budaya-budaya pada generasi muda”.

Baca Juga  Transformasi Revolusi Industri 4.0

Penulis : Rizka Dwi Jayanti

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top