SMP Terbuka Rumah Piatu Muslimin SMPN 216 Jakarta

Jakarta – Rumah Piatu Muslimin merupakan panti asuhan yang berada di Jl. Kramat Raya No. 11, Kelurahan Kramat, Kecamatan Senen Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta. Panti Asuhan Rumah Piatu Muslimin merupakan Panti Asuhan yang bukan hanya sekedar menyediakan tempat tinggal bagi anak yatim dan anak-anak dari keluarga yang tidak mampu, akan tetapi merupakan Panti Asuhan yang menyediakan layanan pendidikan bagi anak-anak yang ingin melanjutkan sekolah dengan berbagai macam permasalahan sosial. Rumah Piatu Muslimin memiliki satu Sekolah Dasar Swasta dan SMP Terbuka yang berinduk pada SMPN 216 yang bertempat di Salemba, Jakarta Pusat.

SMP Terbuka Rumah Piatu Muslimin memiliki keterbatasan dari segi fasilitas karena hanya memiliki dua kelas. Selain itu keterbatasan peralatan komputer dan olahraga belum tersedia di SMP Terbuka yang berada dalam naungan Rumah Piatu Muslimin tersebut sehingga harus melakukan kerjasama dengan SMPN 216 Jakarta ketika harus melaksanakan Ujian Berbasis Komputer dan Praktikum Olahraga. Kegiatan belajar mengajar SMP Terbuka di Rumah Piatu Muslimin berjalan pada hari Senin-Rabu dan di hari kamis – jumat proses pembelajaran bertempat di SMPN 216 Jakarta.

Pada saat ini Sekolah Terbuka di Rumah Piatu Muslimin menjadi harapan bagi anak-anak di daerah Pasar Senen untuk bisa merajut cita-citanya untuk mengemban pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dengan menggunakan ijazah berbasis paket C. SMP terbuka tersebut menampung anak-anak yang berada di sekitar perkampungan Kwitang Kenari, Tanah Tinggi, dan Pasar Gaplok.

Baca Juga  Hari Kota Sedunia: Inovasi di jantung kota & daftar kota pintar untuk tahun 2020

Berdasarkan informasi dari guru yang mengajar di sekolah tersebut, anak-anak yang belajar di Sekolah Terbuka tersebut merupakan anak-anak yang sangat sulit diatur dan memiliki latar belakang sosial yang kurang beruntung, beberapa diantaranya : anak yatim piatu, anak broken home, anak dari keluarga tingkat ekonomi kebawah, dan anak jalanan lainya.

Namun ada juga beberapa anak berprestasi di sekolah terbuka tersebut yang pada akhirnya menjadi sukses dan dapat melanjutkan ke jenjang SMA negeri. Akan tetapi seiring dengan kemajuan zaman dan teknologi, jumlah anak-anak yang berprestasi sangat menurun dikarenakan banyak anak-anak yang mulai fokus dengan ponsel genggam dan game online.

Penulis & Foto : Shesvika Putri Anjani

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top