Simbiosis Mutualisme Ala IJSO

Internasional – Simbiosis mutualisme merupakan pola interaksi atau hubungan antara dua organisme dengan jenis yang berbeda dimana keduanya mendapatkan keuntungan dari hubungan tersebut.  Konsep simbiosis mutualisme menjadi salah satu hal yang diujikan pada The 15th International Junior Science Olympiad (IJSO). Hal tersebut dikaitkan dengan tema IJSO 2018 yang diselenggarakan di Gaborone, Botswana pada 2 s.d. 11 Desember 2018 yakni ‘DiscoveryInnovation and Environment’.

“Terkait tema, ada soal berkaitan dengan ekologi lumayan banyak. Walaupun sebenarnya nggak sampai dominan banget. Contohnya satu jenis interaksi antara kuda nil dengan satu burung di Afrika, itu ditanya jenis simbiosis apa. Simbiosis mutualisme karena saling menguntungkan. Dikasih tahu burung itu memakan kutu di punggung kuda nil. Kuda nil diuntungkan nggak ada kutu, burungnya dapat makanan,” kata Nathanael Tjandra di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (13/12/2018).

Nathanael Tjandra sendiri bergabung di Tim Indonesia A bersama dengan Emilda Putri Aulia, dan Mohammad Nabiel Shafa pada ajang IJSO 2018. Hubungan mutalisme pun didapatkan Nathanael baik dengan rekan-rekannya di Tim Indonesia ataupun dengan para saintis muda dari berbagai negara yang mengikuti IJSO 2018.

“Saya bersyukur dapat mengikuti IJSO ini dan menurut saya suatu pengalaman yang sangat menarik dan berharga. Saya merasa senang berkenalan dengan cukup banyak orang,” ujar peraih medali perak IJSO 2018 ini.

Baca Juga  Daftar Pemenang FLS2N Tingak SMP 2019

Dari Soal IJSO Hingga Wisata Edukasi

Dalam kesempatan tersebut, Nathanael mengungkapkan dinamika soal pada IJSO 2018.

“Untuk soal teori, jumlah soalnya lumayan banyak, jadi waktu menyelesaikannya agak terbatas. Saya tidak ingat persis jumlah soalnya karena ada cabang A, B, C. Waktunya 3 jam sama kayak PG. Teori nggak ada minus. Kalau pilihan ganda kalau salah ada minus ¼, kalau benar dapat satu poin, nggak milih dapat 0,” tutur siswa kelas IX  SMP Kristen Calvin Jakarta ini.

“Strategi yang diajarkan kita diminta melihat soalnya berkali-kali, supaya mencegah ketidaktelitian atau misalnya kita mikirnya salah pas pertama kali. Saya jawab semuanya, walaupun ada 1 yang salah,” tambah Nathanael.

Sedangkan perihal wisata edukasi di Botswana, Nathanael merasa terkesan.

“Wisata edukasi menarik karena kita bisa melihat hewan-hewan jerapah, antelope, zebra di habitat aslinya. Dapat melihat langsung melalui mobil safari. Kayak mereka benar-benar hidup di tempatnya sendiri, bukan di kebun binatang,” terang Nathanael Tjandra yang juga merupakan peraih medali emas Olimpiade Sains Nasional (OSN) SMP Tingkat Nasional Tahun 2018.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top