Sekolah Master Indonesia Mencetak Kader Bangsa Berprestasi

Depok- Sekolah Master Indonesia adalah singkatan dari sekolah Masjid Terminal yang merupakan sekolah gratis untuk anak-anak dhuafa dan anak jalanan. Sekolah ini didirikan oleh Bapak Nur Rohim pada tahun 2000 yang berlokasi  tepat dibelakang Terminal Depok, Jawa Barat.

Bapak Nur Rohim saat ini bekerja sebagai pedagang bawang dan pemilik jasa Travel dan Umroh. Beliau sedih melihat pendidikan di daerah Depok cukup memprihatinkan seperti banyaknya anak-anak yang putus sekolah, Bahkan yang tidak pernah sekolah pun juga banyak, selain itu bapak Nur Rohim selaku pendiri Sekolah Master memiliki Visi dan Misi. Visi Sekolah Master yaitu ”menjadi sekolah unggulan di Indonesia bagi masyarakat Marginal dalam rangka melahirkan dan menumbuhkan insan yang cerdas, kreatif, mandiri dan Berbudi  pekerti serta memiliki daya guna tinggi”, Sedangkan Misi Sekolah Master yaitu “Mengembangkan dan Meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dan manajemen pendidikan master yang handal

Sekolah Master juga mempunyai sejumlah prestasi Diantaranya adalah : “Anak jalanan berhasil sekolah di luar negri Hingga masuk perguruan tinggi ternama seperti di Universitas Indonesia. Di sekolah Master juga terdapat beberapa Estrakulikuler diantaranya:

  1. Tak Won do,
  2. Silat,
  3. Multimedia,
  4. Komputer, dan lain sebagainya.

Fasilitas yang dimiliki yaitu Perpustakaan, Lab Komputer, Sarana Bermain, Masjid dan Balai latihan kerja untuk praktik magang siswa. Saat ini juga sudah ada kurang lebih 2000 siswa yang belajar di bangunan seluas 8000 meter persegi. Pelajar yang bersekolah di tempat ini terdiri dari TK,SD,SMP hingga SMA. Untuk pengajar ada yang tetap ada juga yang relawan. Guru tetap sekitar 100 orang sedangkan untuk relawan ada 200 orang.

Baca Juga  10 alasan mengapa sistem pendidikan Finlandia adalah yang terbaik

Sekolah ini berdiri di atas naungan Yayasan Bina Insan Mandiri yang memiliki dua program pembelajaran.  yaitu SMP, SMA Terbuka dan sekolah paket A,B dan C yang sudah terakderitasi B. Sekolah ini juga terdapat tiga shift, setiap akhir pekan yaitu setiap Sabtu dan Minggu malam akan tetap ada kelas yang diperuntukan untuk siswa-siswa yang sudah bekerja, seperti pembantu rumah tangga dan office boy.

Tidak ada seragam yang wajib dipakai oleh para siswa, mereka bebas mengenakan pakaian yang mereka miliki. Namun disekolah ini ada nila-nilai yang selalu dijunjung tinggi oleh siswa.

Pria kelahiran Tegal itu menyebutkan, biaya Sekolah Master menggunakan dana pribadi dan bantuan dari para donatur. Mereka ada yang berasal dari perorangan, lembaga, swasta, hingga kementerian. Pendidikan ini tak hanya berbasis masyarakat, tetapi ada pula karakter dan enterprenuer. Sehingga nantinya diharapkan mereka bisa diterima dengan baik dan dapat bersaing di dunia kerja melalui skill masing-masing.

Sejauh ini tak banyak bantuan dari pemerintah yang mereka terima. “Support walaupun belum maksimal, paling tidak kami juga bermitra ujiannya di sekolah negeri dan nginduk di sekolah negeri. Jadi ada supportlah walau belum maksimal masih jauh dari kita harapkan,” tuturnya.

Penulis & Foto : Ayu Adinda

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top