Registrasi & Pembukaan Rakor 2019 – Oasis Amir

Registrasi

Proses Registrasi dalam Kegiatan Program Rakor Direktorat Pembinaan SMP tahun 2019 yang dilaksanakan di Hotel Oasis Amir, Pasar Senen. Peserta Rakor tersebut diarahkan oleh panitia untuk mengisi lembar formulir dan meyerahkan berkas lainnya. Jumlah yang menghadiri kegiatan Rakor Program Direktorat Pembinaan SMP 2019 berjumlah 210, peserta berasal dari Provinsi Lampung, Sumatra Selatan, Sumatra Barat, Bengkulu, Jambi, Aceh, Papua dan Papua Barat.
Selain itu kegiatan Rakor Program Direktorat SMP 2019 ini memiliki 5 tahapan dan sekarang berada di tahap ke 4, lalu program ini juga dibuat untuk memberikan paparan program pendidikan yang telah dirancang untuk memajukan kualitas pendidikan pada setiap daerah di Indonesia.

Pembukaan

Pembukaan Rakor Pembinaan SMP Tahun 2019 di Hotel Oasis Amir Jakarta, diawali dengan sambutan dari Bapak Eko Susanto SE, M.Si selaku Ketua Panitia, kemudian beliau membahas mengenai beberapa program yang akan disosialisasikan, Lomba-lomba, Mutu, Sarana dan Prasarana, dan juga Kurikulum Pendidikan SMP 2019 yang ada di seluruh daerah Indonesia.

Pembukaan Resmi ini dibuka oleh Direktur Pembinaan SMP – Dr. Poppy Dewi Puspitawati, MA, sebelum diresmikan acara , beliau menyampaikan tentang masalah zonasi pemerataan akses, bukan hanya sekolah favorit tetapi di semua sekolah, “jangan sampai sekolah favorit hanya berlaku untuk orang – orang kaya dan menghimbau supaya jangan sampai anak SD tidak melanjutkan ke jenjang SMP” ujarnya.

Baca Juga  Verifikasi Pendataan SMP Terbuka di Kab. Garut

Sekolah yang tidak memenuhi SPM diberi waktu 2 tahun untuk dilakukan nya perbaikan. kemudian sekolah yang memenuhi SPM diharapkan memberikan pendidikan yang layak, dan untuk mutu pendidikan di harapkan lebih di tingkatkan kembali dengan cara memberikan layanan yang optimal dan mencapai standar yang telah ditentukan.

Selanjutnya, mengenai pemuatan pendidikan karakter, yang paling berat adalah kejujuran, salah satu prilaku buruk yang harus dihilangkan yaitu mencontek, pendidikan karakter yang perlu diterapakan untuk menghindari tindakan kekerasan yang dilakukan oleh siswa.

Kedepannya, siswa diharapkan lebih kreatif dan inovatif, pandai berkomunikasi, kolaborasi kerja sama antar siswa, berfikir kritis dan mampu berkompeten . Penutupan kemudian dilanjutkan dengan membacakan doa oleh bapak Muhammad Ikhwan S. Pd,i. perwakilan dari Lampung.

Penulis : Adinda Ayu Fatimah

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top