DITPSMP - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menyatakan sebagian soal di Ujian Nasional (UN) SMP 2018 memakai standar High Order Thinking Skills (HOTS).

Menurut dia, porsi soal yang memerlukan jawaban dengan daya nalar tingkat tinggi tersebut mencapai 10 hingga 15 persen dari total jumlah soal yang diujikan. 

Meskipun demikian, Muhadjir meminta para siswa SMP peserta UN 2018 tidak perlu khawatir dan risau dengan keberadaan soal-soal dengan standar HOTS tersebut. 

"Soal HOTS tetap ada dan tingkat kesulitannya disesuaikan dengan kemampuan siswa SMP," ujar Muhadjir di Jakarta, pada Minggu (22/4/2018).

Muhadjir menambahkan Kemendikbud sudah mempublikasikan kisi-kisi soal dengan pendekatan HOTS untuk UN SMP. Dia mengklaim kisi-kisi tersebut telah disosialisasikan dan diajarkan kepada para siswa.

Direktur Pembinaan SMP, Ditjen Dikdasmen, Kemdikbud, Supriano menambahkan soal ujian nasional dengan standar HOTS sebenarnya sudah ada sejak beberapa tahun lalu. Tetapi, menurut dia, keberadaan soal-soal itu baru marak dibicarakan pada tahun ini. 

"Tidak hanya pada tahun ini saja," kata Supriano.

Karena itu, dia mengimbau para siswa SMP peserta UN 2018 tidak khawatir dan stres dalam menghadapi ujian. Apalagi, UN hanya dipakai untuk pemetaan kualitas pendidikan serta bukan untuk penentu kelulusan. 

Supriano juga meminta para peserta UN SMP 2018 tidak mempercayai informasi tentang bocoran soal maupun kunci jawaban. Dia mengklaim soal-soal UN kini sulit sekali bocor, terutama pada ujian nasional berbasis komputer (UNBK). 

"Siswa hendaknya percaya diri dan banyak berdoa dibandingkan percaya dengan adanya bocoran soal," kata Supriano.

Dia memastikan persiapan UNBK maupun UN Kertas Pensil (UNKP) berlangsung lancar, termasuk di daerah terdepan, tertinggal dan terpencil (3T). 

UN SMP akan digelar pada 23-26 April 2018. UN SMP 2018 tercatat diikuti 4.296.557 siswa SMP dan Madrasah Tsnawiyah (MTs). 

Jumlah peserta UNBK SMP tahun ini mencapai 63 persen atau 2.694.692 siswa. Kemendikbud menargetkan UNBK SMP diikuti 100 persen peserta, pada 2019. Tahun ini, baru 2 provinsi yang menyelenggarakan 100 persen UNBK yakni DKI Jakarta dan Daerah Istimewa Yogyakarta.