DITPSMP - Pada hari pertama ujian nasional (UN) jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy kembali melakukan kunjungan kerja ke daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (Daerah 3 T). Kunjungan Mendikbud kali ini untuk meninjau pelaksanaan UN SMP, tepatnya di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua.

Selain mengunjungi SMP Negeri Sentra Pendidikan dan SMP Negeri 2 yang telah melaksanakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK), Mendikbud juga meninjau pelaksanaan UN di SMP YPPK Santo Bernadus, SMP Negeri 3, dan SMP Negeri 9 yang masih menggunakan kertas dan pensil (UNKP). Dua diantara SMP tersebut masuk dalam wilayah daerah konflik.

"Saya melihat ada beberapa sekolah yang kondisinya sangat tidak terawat dan parah juga akibat dari konflik dan ini akan kita jadikan catatan untuk perbaikan nanti secara menyeluruh, terutama di wilayah Papua. Tetapi saya lihat tadi ujiannya baik dan lancar," kata Mendikbud di sela-sela kunjungannya, di SMP Negeri 9 Mimika, Senin (23/4/2018).

Sebanyak 42 siswa SMP Negeri 9 Mimika tetap melaksanakan ujian nasional yang dibagi menjadi dua tempat berdasarkan daerah asal siswa meski pun sejak empat bulan yang lalu tidak mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah. “Sekarang kita laksanakan ujian di dua tempat, 12 siswa kubu bagian atas ujian di atas dan 30 siswa kubu bagian bawah ujian di sekolah ini. Ini belum bisa kita gabung karena masih rawan, kalau gabung anak-anak nanti diserang oleh kubu sebelahnya”, ujar Kepala Sekolah SMP Negeri 9 Mimika.

Tidak jauh berbeda, SMP Negeri 3 Mimika juga termasuk sekolah yang terkena dampak konflik antar kubu sehingga pelaksanaan UN pun tidak menggunakan sistem pertukaran pengawas. “Anak-anak kita jemput untuk ujian di sini, untuk guru pun demikian. Kalau guru tidak dikenal dia tidak bisa masuk, langsung dipalang ,” ujar Ibur Hariyanto, guru kelas IX SMP Negeri 3 Mimika.

Mendikbud mengapresiasi Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika yang telah berhasil menyelenggarakan ujian nasional jenjang SMP dengan lancar, baik UNBK maupun UNKP. “Untuk sarana dan prasarana yang jelas tidak mungkin mengandalkan bantuan dari pusat, karena itu harus ada kerja sama dengan pemerintah daerah untuk bersama-sama segera menyediakan fasilitas yang memadai sehingga semakin banyak yang ikut UNBK. Kalau tahun ini sudah 50% siswa melaksanakan UNBK, mudahan-mudahan tahun depan bisa 100%,” ungkap Mendikbud.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika, Jeni Usmani, menyampaikan pelaksanaan UN di Kabupaten Mimika untuk jenjang SMP telah mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya, dari 3,519 siswa yang mengikuti UN di 54 sekolah, sekitar 50% siswa telah mengikuti UNBK di 14 sekolah.