DITPSMP - Kedua orang tua Yohanes Ande Kala senantiasa menemani sang putra selama menjalani hari-hari bersejarah bertemu dengan sosok-sosok penting negeri ini. Jadwal padat pun ikut dirasakan oleh Lorenza Gama dan Viktorlino Fahe Marschal kala mengiringi si bungsu dari 9 bersaudara ini. Lorenza Gama misalnya mulai merindukan untuk memakan sirih setelah menjalani jam-jam padat bertemu berbagai kalangan di Jakarta.

Ya semenjak aksi memanjat tiang bendera yang dilakukan oleh Yohanes Ande Kala (akrab dipanggil Joni) menjadi viral, dalam tempo sesingkat-singkatnya roda kehidupan mereka berubah. Viktorlino Fahe Marschal sang ayah mengaku dirinya merupakan seorang rakyat biasa yang hidup dari hasil alam.

“Saya berkebun, tanam jagung, ubi. Semuanya baik, semuanya saya tanam. Ternak, kita pelihara babi, ayam, kambing. Itu semua untuk biaya anak sekolah,” kata Viktorlino Fahe Marschal saat pemberian apresiasi dan hadiah kepada Joni di gedung Kemdikbud, Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta Pusat, Senin pagi (20/8/2018).

“Saya itu rakyat biasa. Tiba-tiba Joni begini, kita minta terima kasih kepada Tuhan,” tambahnya.

Mengenai masa depan anaknya yang kini menjadi populer, Marschal mengaku menyerahkannya pada pemberian dari Tuhan.

“Mengenai cita-citanya jadi tentara, tercapai atau tidaknya ini dari Tuhan. Kalau sudah ditetapkan jadi tentara, ya jadi tentara,” ungkap Marschal.