DITPSMP - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memastikan akan menerapkan metode Higher Order Thinking Skills (HOTS) atau kemampuan penalaran tingkat tinggi dalam ujian nasional ( UN) SMP yang akan berlangsung pada 23-26 April 2018.

Namun, lebih lanjut melalui akun resmi instagram @kemdikbud.ri menjelaskan penerapan HOTS ini akan berbeda dengan UN SMA beberapa waktu lalu.

"Ya, benar, soal UN SMP juga akan menggunakan HOTS. HOTS di SMP tentu berbeda dengan HOTS di SMA," ujar admin @kemdikbud.ri saat beberapa warganet menanyakan rumor seputar penerapan HOTS dalam UN SMP mendatang.

Kemendikbud menyampaikan, soal UN SMP nanti merupakan kombinasi soal dengan tingkat kesulitan beragam mulai dari mudah, sedang, dan sulit. Kemendikbud juga memberikan semangat kepada para peserta UN SMP.

Lebih lanjut Kemendikbud menjelaskan soal UN akan menggunakan kombinasi atau irisan kurikulum 2006 dan kurikulum 2013. "Secara substansi, kurikulum 2006 dan kurikulum 2013 tidak jauh berbeda," ujarnya.

Sebelumnya, persoalan HOTS ini sempat membuat gaduh jagat maya ketika warganet banyak mengeluhkan soal matematika UN SMA. Warganet menganggap penerapan HOTS dalam soal UN SMA lalu, terutama Matematika, terlalu sulit dan jauh dari kisi-kisi yang pernah diberikan.

Berdasarkan laman resmi un.kemdikbud.go.id, sebanyak 28.647 sekolah tingkat SMP/MTs akan menjadi sekolah pelaksana Ujian Nasional Berbasis Komputer ( UNBK). Setidaknya akan ada 2.004.947 siswa tingkat SMP dan 689.573 MTs yang akan mengikuti UN tahun ini.