Sains Itu Seru!

INTERNASIONAL

Trilogy pertama Star Wars dimulai dari episode 4, 5 dan 6

Photo: star wars trilogy

Internasional - Emilda Putri Aulia merupakan peraih best experiment pada Olimpiade Sains Nasional (OSN) SMP Tingkat Nasional yang diselenggarakan di Padang, Sumatera Barat pada 1 s.d. 7 Juli 2018. Tak sekadar berprestasi di kancah nasional, Emilda pun terpilih sebagai salah satu pelajar yang berkompetisi di The 15th International Junior Science Olympiad (IJSO) yang digelar di Gaborone, Botswana pada 2 s.d. 11 Desember 2018. Ia tergabung pada Tim Indonesia A yang terdiri dari Emilda Putri Aulia, Nathanael Tjandra, dan Mohammad Nabiel Shafa.

Ajang OSN sesungguhnya telah menyertakan silabus IJSO dalam rangkaian soalnya. Meski begitu Emilda mengaku ada perbedaan antara eksperimen di OSN dan IJSO. Pada soal eksperimen di IJSO 2018, kalau biologi berkaitan dengan menggunakan alat kromatografi; yang untuk kimianya, titrasi; yang untuk fisika, viskositas. Sedangkan pada soal eksperimen di OSN 2018 berupa tes yang terintegrasi antara Fisika dan Biologi dengan tema mengenal intrusi air laut.

“Beda eksperimen di OSN dan IJSO. Karena pas OSN itu cuma ada 2 mapel, Fisika sama Biologi, kalau yang IJSO ini ketiga-tiganya, Kimia, Fisika, Biologi. Saya yang Kimia,” kata Emilda Putri Aulia di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (13/12/2018).

Bagi Emilda, belajar Kimia menambah khazanah pengetahuannya tentang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

“Awalnya susah belajar kimia karena baru mengenal. Lama kelamaan ya mulai terbiasa,” jelas peraih medali emas OSN SMP 2018 bidang IPA ini.

Siswi kelas IX SMP Bustanul Makmur Banyuwangi ini mengaku kurang tahu alasan pasti mengapa dirinya yang dipilih di Kimia pada IJSO 2018 ini.

“Kurang tahu alasan pastinya, tapi kayaknya yang cewek lebih identik ke Kimia karena mungkin lebih telaten. Kita kan berhubungan dengan barang kaca, dan itu barang yang bahan kimia juga,” tutur perempuan berjilbab ini.

IJSO Sarana Komunikasi Para Saintis Muda

Peserta IJSO melakoni tes multiple-choice questions, teori, dan eksperimen. Di sanalah kemampuan pemahaman tentang sains diuji.

“Soal IJSO lebih susah dibanding OSN. Ada pilihan ganda, isian singkat. Pilihan ganda dikerjakan ada total 30 soal, dimana masing-masing bidang ada 10 soal. Esainya ada 12 soal tapi banyak anaknya,” terang Emilda Putri Aulia.

Pada The 15th  International Junior Science Olympiad tema yang dipilih yakni ‘Discovery, Innovation and Environment’. Hal tersebut tercermin dari soal-soal yang diberikan.

“Tema IJSO lebih ke lingkungan. Tentang tambangnya, disana kan ada tambang intan itu limbahnya. Tambang-tambang logam, terus gimana cara mengolah limbahnya, dihubungkan dengan soal,” tutur Emilda.

Pada akhirnya bagi Emilda, ajang IJSO tak hanya kompetisi sains bagi remaja seusianya. Ia mendapatkan pengalaman berharga dan dapat berkomunikasi dengan para saintis muda lintas negara.

“Ini pengalaman pertama kali aku ke luar negeri dan langsung ke Afrika, senang gitu. Terus kita sharing sosmed, jadi saling komunikasi gitu,” ucap Emilda.

Sains Itu Seru

Bagi Emilda Putri Aulia tahun 2018 merupakan masa yang sibuk baginya untuk belajar dan berkompetisi di ranah sains. Untuk ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN), seleksi di sekolah dilakukan pada Februari 2018. Lalu dilanjutkan dengan seleksi di tingkat kabupaten/kota pada 24 Maret 2018. Lalu ada seleksi tingkat provinsi pada 21 April 2018. Hingga puncaknya pada 1 s.d. 7 Julu 2018, Emilda meraih medali emas OSN SMP bidang IPA dan best experiment.

Emilda sebelum terjun ke IJSO 2018, menjalani seleksi dan pengayaan materi yang dilakukan yaitu training center (TC) 1 yang berlangsung selama 2 minggu, training center 2 selama 1 bulan, dan training center 3 dalam durasi 1,5 bulan.

“Dijalanin aja. Dinikmati aja. Jadi nggak kerasa capek juga. Sains itu sudah jadi hobi ya dijalani, dinikmati gitu, senang,” ungkap Emilda Putri Aulia mengenai kepadatan aktivitasnya pada tahun 2018.

Emilda pun menyampaikan pesan dan kesannya terhadap sains.

“Sains itu seru, menarik. Banyak hal yang belum diketahui juga, jadi kita bisa coba-coba hasilnya juga wow,” tutur peraih medali perak The 15th  International Junior Science Olympiad ini.