Membaca Tanpa Batas, Kiat Galih Menangkan Debat di OLSN

Nasional

Trilogy pertama Star Wars dimulai dari episode 4, 5 dan 6

Photo: star wars trilogy

OLSN, Jakarta - Berdebat, mungkin adalah hal yang paling dihindari dalam kehidupan. Apalagi, membicarakan masalah-masalah yang tidak penting plus hoaks, tentu akan membuang-buang waktu saja. Akan tetapi, bagi Galih Hanim Mu’arofah, debat itu sangat penting dan sangat luar biasa efeknya bagi seluruh bangsa Indonesia.

Juara I Lomba Debat Berbahasa Indonesia di ajang Olimpiade Literasi Siswa Nasional (OLSN) SMP Tingkat Nasional Tahun 2018 ini memandang debat menjadi suatu seni yang harus sejak saat ini ditanamkan ke dalam diri pelajar.

Hal ini bertujuan untuk mengajarkan seluruh pelajar di Indonesia untuk kritis dalam menanggapi segala hal dan memiliki solusi yang tepat untuk pemecahan masalah yang ada, khususnya di Indonesia.

Hal yang paling utama, tujuan dari aktivitas debat ini harus terus digalakkan, kata Galih, agar seluruh pelajar di Indonesia rajin membaca. Ini merupakan program yang terus digiatkan oleh pemerintah, dimana siswa harus rajin membaca. Maka dari itu, dapat dilakukan melalui debat yang dilakukan dalam hal yang positif.

“Seperti di OLSN ini, debat harus dilakukan untuk melatih kreativitas dan kecerdasan siswa dalam menyelesaikan suatu masalah. Selain itu memberikan kita pengalaman yang luar biasa,” kata Galih usai Upacara Penutupan dan Pengumuman Pemenang OLSN-LME di Ambhara Hotel, Selasa (30/10/2018).

Membaca menurut Galih, selain memberikan siswa wawasan yang luas, yang berimbas kepada karakter, dimana akan membuat siswa menjadi orang yang penuh percaya diri dalam hal pengetahuan.

Tidak sombong, namun berawal dari membaca yang tanpa batas itu, performa Galih saat mengikuti lomba sangatlah luar biasa. Dia pun dinobatkan juri sebagai Juara I Lomba Debat Berbahasa Indonesia di OLSN SMP Tingkat Nasional Tahun 2018 yang diadakan di Jakarta.

Menjadi pemenang tidak membuat siswi kelas IX ini merasa sombong dengan capaiannya tersebut. Justru dia mengajak seluruh pelajar di Indonesia agar mulai dari hari ini untuk gemar membaca. Efek yang paling dekat dengan rajin membaca adalah akan mendapatkan prestasi yang bagus di sekolah.

“Selain itu, juga terus bekerja keras, maka akan menjadi juara di ajang-ajang lomba tingkat nasional. Saya sudah melakukannya dan akan terus melakukannya. Maka dari itu, saya harap teman-teman dari seluruh Indonesia juga mau bersaing bersama saya,” ujar Galih memotivasi.

Galih memang menjadi salah satu peserta debat yang cukup diperhitungkan, baik oleh juri maupun dari rekan-rekan lombanya. Pasalnya, kepercayaan diri serta keyakinannya dalam menyampaikan pandangannya entah itu dari sisi pro maupun kontra, tetap menggunakan logika yang masuk akal.

Persiapan matang, belajar hingga harus izin di jam pelajaran dan dibekali tugas rumah yang sangat banyak tidak membuat Galih gentar. Dia terus maju untuk mewujudkan tekadnya yang ingin menjadi pemenang dan membanggakan orang tua serta guru yang selama ini telah membimbingnya.

Membaca dari buku satu ke buku yang lain, dari situs berita ke situs berita yang lain, hingga koran bekas pun dibeli dan dibacanya untuk mengetahui tentang kejadian-kejadian serta ilmu-ilmu yang terkandung dalam bacaan tersebut.

“Tidak rugi jika kita banyak membaca,” ungkap pelajar SMPN 5 Yogyakarta ini.

Debat untuk Menyampaikan Ide Pemuda

Galih mengatakan Lomba Debat Berbahasa Indonesia di OLSN yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembinaan SMP, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ini sangat bagus untuk para pelajar, khususnya anak-anak muda di Indonesia. Pasalnya, kegiatan debat bukan hanya sebatas untuk lomba saja, melainkan untuk menyampaikan gagasan atau ide-ide pemuda kepada pemerintah.

Debat adalah cara yang sehat, dimana menyampaikan gagasan antarsesama pemuda, lalu menyanggah dan hal yang paling utama adalah harus dapat menerima pendapat orang lain.

“Maupun dia pro terhadap suatu masalah atau kontra, itu wajib kita hormati pendapatnya. Agar debat itu sehat,” tutur Galih.

Selain itu, dengan debat, kita juga dapat mengetahui dan menilai tentang visi dan misi atau gagasan-gagasan yang disampaikan oleh peserta debat. Sehingga penonton pun dapat menganalisa baik dan buruknya suatu masalah itu. Kemudian, debat juga melatih diri untuk mempertahankan pendapat, mandiri dan melatih kepercayaan diri. Sehingga nantinya peserta akan menjadi orang yang berkarakter. Untuk itu, Galih yang memang awalnya tidak pernah mengikuti lomba debat, sangat tertarik untuk terus memperdalam kegiatan ini.

Perasaan Sang Juara

Mengikuti Lomba Debat Berbahasa Indonesia, Galih mengaku tidak menargetkan harus mendapatkan juara, meskipun hanya juara harapan. Dia mengatakan, hal utama yang dipikirkannya adalah menampilkan gagasan yang baik, bermutu dan tidak hanya “pepesan kosong” belaka. Dia ingin menunjukkan bahwa pelajar SMP di Indonesia berwawasan luas dan mampu membaca situasi saat ini.

Namun ternyata, penampilan Galih “mencuri” hati dan pikiran dewan juri. Itu karena wawasan dan cara penyampaian Galih di atas panggung OLSN sangat meyakinkan dan luar biasa.

“Ya sebenarnya tidak menyangka. Tapi syukur alhamdulillah saya bisa menjadi juara. Bisa membanggakan orang tua dan guru pendamping saya. Ini adalah capaian yang sangat luar biasalah bagi saya,” kata Galih Hanim Mu’arofah.

Galih tidak henti-hentinya mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena telah memuluskan jalannya untuk memenangkan lomba yang dia ikuti. Orang tua yang sangat mendukung, bekal lain yang membuat Galih sangat siap menghadapi tantangan yang ada di depan matanya.

“Kemudian juga guru pendamping saya yang sudah menghabiskan waktunya untuk mengajarkan saya. Terima kasih banyak untuk semuanyalah, saya terima kasih juga buat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Semoga lomba seperti ini akan terus ada dan bisa melahirkan anak-anak yang berprestasi untuk Indonesia,” tutupnya.