Bersyukur dapat Berprestasi di IJSO 2018

INTERNASIONAL

Trilogy pertama Star Wars dimulai dari episode 4, 5 dan 6

Photo: star wars trilogy

Internasional – John Howard Wijaya telah memiliki rekam jejak baik dalam kompetisi sains tingkat nasional dan internasional. Pada Olimpiade Sains Nasional (OSN) SD Tingkat Nasional Tahun 2016, John berhasil meraih medali emas OSN bidang IPA. Pada Asian Science and Mathematics Olympiad for Primary School (ASMOPS) tahun 2016, John sukses memperoleh medali emas di bidang sains.

Begitu John duduk di bangku SMP, ia melanjutkan keberhasilannya. Pada Olimpiade Sains Nasional (OSN) SMP Tingkat Nasional Tahun 2018, John merengkuh medali perunggu OSN bidang IPA. Siswa SMP Darma Yudha ini lalu terpilih di Tim Indonesia B untuk ajang The 15th  International Junior Science Olympiad. John untuk kemudian berhasil mempersembahkan medali perak di ajang IJSO yang diselenggarakan di Gaborone, Botswana pada 2 s.d. 11 Desember 2018.

John Howard Wijaya pun merasa bersyukur dapat meraih rangkaian prestasi tersebut.

“Saya bersyukur,” ujarnya di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (13/12/2018).

Terbiasa menghadapi soal-soal sains, John memiliki tips tersendiri.

“Jika rumusnya agak besar, saya mendingan turunin dari rumus yang saya sudah hafal,” ungkap John.

Pada The 15th  International Junior Science Olympiad tema yang dipilih yakni ‘Discovery, Innovation and Environment’. Maka soal tes multiple-choice questions, teori dan eksperimen yang diberikan berdasarkan tema besar tersebut.

“Soalnya berdasarkan tema itu. Saya paling ingat satu soal tentang fluida. Saya hampir salah kerjain, tapi setelah dicek, saya kerjain ulang,” tutur John siswa kelas VIII SMP Darma Yudha, Pekanbaru, Riau ini.

Ajang IJSO 2018 juga memberikan arti lebih dari sekadar capaian medali bagi sulung dari 3 bersaudara ini. Ia diantaranya dapat bersahabat dengan rekan segenerasinya dari negara lain.

“Botswana bagus negaranya sih. Teman-teman dari negara lain baik,” ucap John tentang kesannya terhadap IJSO 2018 yang diikuti 240 peserta berusia 15 tahun dan lebih muda serta berasal dari 42 negara.