Si Jago Renang yang Terjun Menjadi Saintis

INTERNASIONAL

Trilogy pertama Star Wars dimulai dari episode 4, 5 dan 6

Photo: star wars trilogy

Internasional – Penyelenggaraan Lomba, Festival, Olimpiade yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan merupakan wadah bagi ragam bakat dan minat peserta didik. Dalam hal ini Direktorat Pembinaan SMP, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2018 menyelenggarakan Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI), Olimpiade Sains Nasional (OSN), Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N), Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), Liga Sepakbola Siswa Indonesia (Gala Siswa Indonesia). Ragam kegiatan tersebut menjadi wujud apresiasi serta menumbuh kembangkan suasana kompetitif bagi ragam bakat dan minat pelajar.

Pada diri seorang anak bisa jadi bermekaran aneka talenta. Di sinilah peran orang tua untuk memberikan kesempatan bagi tumbuh kembangnya talenta tersebut. Hal itu dipahami betul oleh ibu dari Arin Nahda Zhafira, Jerini Lukmantari. Arin sendiri merupakan salah satu personel Tim Indonesia B pada The 15th  International Junior Science Olympiad. Arin berhasil meraih medali perunggu pada kompetisi sains yang tahun ini diselenggarakan di Gaborone, Botswana pada 2 s.d. 11 Desember 2018.

“Saya dari kecil memberi banyak stimulus. Jadi tidak fokus ke akademis saja, musik iya, menggambar iya, olahraga iya. Jadi saya benar-benar mencari tahu dimana bakat dia lebih berkembangnya, sehingga ke sini-sininya ketahuan memang ternyata dia lebih bagus jatuhnya ke akademis. Tapi kan saya sudah memberikan stimulasi untuk semua macam kecerdasan insya Allah sudah saya kerjakan. Akhirnya mana yang lebih berkembang, kita lebih fokuskan lagi,” kata Jerini Lukmantari di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (13/12/2018).

Arin sendiri sebelum memilih berkiprah penuh di ranah akademis, sesungguhnya berprestasi di olahraga. Itu terbukti dari capaian medali Arin di ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) jenjang SD dan SMP. Anak pertama dari dua bersaudara ini mampu meraih 3 medali emas pada O2SN SD dan 2 medali perak pada O2SN SMP. Medali perak diraih Arin pada O2SN SMP nomor 100 meter gaya dada putri dan 50 meter gaya kupu-kupu putri.

“Dari kecil background-nya dari olahraga renang. O2SN SD, SMP dia ikut. O2SN SD dapat 3 emas waktu tahun 2015. O2SN SMP dapat 2 perak waktu tahun 2017,” ujar Jerini.

Pada rentang waktu Arin berprestasi di bidang olahraga, ia juga mampu bersinar di sejumlah Olimpiade Sains.

“Di akademis sempat ikut Asian Science and Mathematics Olympiad for Primary School (ASMOPS) waktu SD ke Malaysia dapat perunggu tahun 2015,” urai Jerini yang dahulunya merupakan dokter umum. Jerini untuk kemudian memilih menjadi ibu rumah tangga agar dapat mengasuh anaknya secara paripurna.

Menjalani dua kehidupan yang berbeda (akademis dan olahraga) akhirnya dirasakan berat oleh Arin.

“Dia milih sendiri untuk ke sains. Orang tua juga melihat secara postur juga dia tidak memenuhi syarat kalau ke atlet, kemudian prestasinya di renang tidak terlalu signifikan majunya, sehingga kita harus berpikir ulang bahwa kesempatan di akademis ini jauh lebih penting banget. Akhirnya kita memutuskan untuk full fokus di akademis,” terang Jerini tentang anaknya yang kini bersekolah di SMPN 1 Giri Banyuwangi.

Keputusan untuk berfokus di akademis ini pun diiringi dengan kesungguhan, baik dari Arin dan orang tuanya. Anak dari pasangan Haris Wibawanto dan Jerini Lukmantari ini berhasil meraih medali perak pada Olimpiade Sains Nasional (OSN) SMP Tingkat Nasional Tahun 2018. Arin pun terpilih dari para peraih medali OSN untuk mengikuti kompetisi sains International Junior Science Olympiad (IJSO).

“Dia memang dari kecil berminat pada IPA. Jadi kemampuan di bidang IPA lebih dibanding pelajaran lainnya. Belajarnya dia mandiri. Karena kami di daerah, biasanya kami ngirim dia ke pelatihan-pelatihan untuk Olimpiade, supaya dia tahu perbandingan. Beberapa pembinanya dari Banyuwangi memberi dasar-dasar untuk perkembangan dia,” ucap Jerini Lukmantari di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (13/12/2018).