Tim Indonesia SMP Meraih 5 Medali Perak dan 1 Medali Perunggu pada Ajang IJSO 2018

INTERNASIONAL

Trilogy pertama Star Wars dimulai dari episode 4, 5 dan 6

Photo: star wars trilogy

InternasionalInternational Junior Science Olympiad (IJSO) merupakan ajang kompetisi prestisius yang berlangsung setiap tahun pada bulan Desember. The 15th International Junior Science Olympiad digelar di Botswana pada 2-11 Desember 2018. Ada sekitar 240 peserta berusia 15 tahun dan lebih muda, yang berasal dari 42 negara mengikuti IJSO 2018. Ajang IJSO sendiri dilakukan untuk menguji pengetahuan dan keterampilan para peserta di bidang Fisika, Biologi dan Kimia.

Pada The 15th  International Junior Science Olympiad tema yang dipilih yakni ‘Discovery, Innovation and Environment’. Tema tersebut, khususnya tema environment (lingkungan)  sesuai dengan keadaan negara tuan rumah (Botswana) yang merupakan daerah delta terbesar dan terkenal di dunia yaitu Delta Okavango. Delta Okavango di Botswana adalah delta daratan terbesar di dunia, yang dinobatkan sebagai situs warisan dunia pada tahun 2014. Habitat delta terdiri dari beragam spesies tanaman dan hewan yang menjadikan kawasan ini favorit untuk tujuan wisata. Rawa-rawa Delta Okavango memiliki kedalaman 7 meter, di mana hewan mati dan materi tumbuhan yang mengendap di bagian bawah dan terdekomposisi menghasilkan biogas, yang menyebabkan gelembung gas dan sering diamati oleh wisatawan ketika melintasinya dengan kapal. Penemuan gelembung gas ini sesuai dengan tema discovery pada IJSO 2018. Selain itu dari sisi tema inovasi, penemuan gelembung gas ini menginspirasi inovasi pada pencarian bakteri yang bertanggung jawab untuk produksi biogas dan yang memiliki aktivitas lebih tinggi pada suhu tertentu.

Selain itu ada banyak nature reservation yang ada di Bostwana seperti Manyelanong Nature Reserve, Jwana Nature Reserve, Taman Nasional Chobe dan lain-lain. Catatan terakhir populasi Gajah Afrika (Loxodonta Africana) di Taman Nasional Chobe, Botswana yang meliputi area seluas 11.700 km2 pada tahun 1990 adalah 24.500 ekor dan pada tahun 2010 menjadi 31.000 ekor. Berbagai inovasi dilakukan sehingga dicovery, innovation and environment terhadap masalah populasi gajah saja menjadi hal yang menarik.

Peserta IJSO sendiri terdiri dari tim yang harus melakukan tes tertulis dan praktikum. Di antar jeda hari untuk tes, terdapat acara berupa wisata edukasi yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk melihat Botswana secara lebih mendalam, khususnya ke berbagai natural reservation, penambangan intan di Botswana, dan museum yang sesuai dengan tema IJSO 2018, serta tentu saja tempat wisata di negeri delta ini.

Ajang IJSO sendiri tak hanya berbicara masalah kompetisi, melainkan juga untuk menjalin relasi dengan sesama pelajar para calon saintis. Di samping itu juga, kompetisi IJSO sendiri ditujukan untuk meningkatkan ketertarikan pada sains untuk jenjang sekolah menengah. The 15th International Junior Science Olympiad memperebutkan 24 medali emas, 51 medali perak, dan 86 medali perunggu. Tim Indonesia diwakili oleh Emilda Putri Aulia (siswi pada SMP Bustanul Makmur Banyuwangi), Nathanael Tjandra (siswa pada SMP Kristen Calvin Jakarta), Edward Humianto (siswa pada SMP Kristen 6 Penabur),  Mohammad Nabiel Shafa (siswa pada SMPN 115 Jakarta), John Howard Wijaya (siswa pada SMP Darma Yudha, Pekanbaru) dan Arin Nahda Zhafira (siswi  pada SMPN 1 Giri Banyuwangi). Mereka merupakan sosok-sosok terpilih melalui pembinaan sistematis yang dilakukan oleh Direktorat Pembinaan SMP. Sebelum terjun ke IJSO 2018, seleksi dan pengayaan materi dilakukan melalui training center 1 yang berlangsung selama 2 minggu, training center 2 selama 1 bulan, dan training center 3 dalam durasi 1,5 bulan. Para peserta training center merupakan para peraih medali di Olimpiade Sains Nasional jenjang SMP Tahun 2018.

Pada The 15th International Junior Science Olympiad untuk students, aktivitas dilakukan di Oasis Motel. Sedangkan untuk Leaders dan Observer di Hotel Tlotlo, Metcourt Inn dan The Big-Five Lodge.

The 15th International Junior Science Olympiad dilaksanakan di Gaborone-Botswana, 2-11 Desember 2018. Tim Indonesia pada IJSO 2018 berhasil meraih 5 medali perak dan 1 medali perunggu.

Berikut adalah rincian para peraih medali di The 15th International Junior Science Olympiad yang membawa harum nama Indonesia di kancah internasional:

Emilda Putri Aulia (SMP Bustanul Makmur Banyuwangi): medali perak

Nathanael Tjandra (SMP Kristen Calvin Jakarta): medali perak

Edward Humianto (SMP Kristen 6 Penabur Jakarta): medali perak

Mohammad Nabiel Shafa (SMPN 115 Jakarta): medali perak

John Howard Wijaya (SMP Darma Yudha, Pekanbaru): medali perak

Arin Nahda Zhafira (SMPN 1 Giri Banyuwangi): medali perunggu