Terus Tingkatkan Kemampuan & Berprestasi di Cabor Karate

INTERNASIONAL

Trilogy pertama Star Wars dimulai dari episode 4, 5 dan 6

Photo: star wars trilogy

Internasional – Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) jika terus dilakukan secara berkelanjutan akan menghadirkan tidak saja siswa-siswi bertubuh sehat dan kuat, melainkan juga generasi penerus bangsa yang berprestasi.

“O2SN ini merupakan puncak-puncak prestasi anak-anak kita dari seluruh Indonesia yang tujuannya kita ingin anak-anak kita ini bisa menampilkan prestasi masing-masing, potensi masing-masing, bakat masing-masing, sehingga mereka bisa menyumbangkan yang terbaik sebagai bagian dari prestasi anak-anak kita dan sekolah-sekolah kita, tetapi yang paling penting sebenarnya selain menampilkan puncak prestasi, juga menanamkan masalah pendidikan karakter,” kata Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Dirjen Dikdasmen Kemendikbud) Hamid Muhammad pada Upacara Penutupan O2SN 2018 di GOR Among Rogo, Jumat malam (21/9/2018).

Tidak dapat dipungkiri, olahraga telah menjadi ajang prestisius negara-negara dunia dalam menunjukkan eksistensi dan superioritasnya. Kemenangan atlet satu negara otomatis mengharumkan nama negara itu. Dengan demikian, dapat dikatakan O2SN menjadi salah satu sarana kaderisasi atlet-atlet berprestasi sejak usia dini. Ajang O2SN pada cabang olahraga karate merupakan wadah untuk menyeleksi atlet muda yang dikirimkan ke tingkat internasional.

“O2SN ini tidak hanya berhenti di tingkat nasional Ada 1 cabang olahraga yang selalu kita kirimkan ke tingkat internasional yaitu cabang karate. Tahun ini para pemenang karate, mulai dari tingkat SD, SMP, SMA akan bertanding di kejuaraan karate internasional di Belgia. Rencananya minggu ketiga bulan November. Dan inilah satu-satunya cabang olahraga yang bisa kita kirim ke tingkat internasional. Dan alhamdulillah setiap tahun, anak-anak kita tidak mengecewakan. Banyak anak-anak kita yang bisa meraih medali emas dan perak di tingkat internasional ini,” terang Dirjen Dikdasmen Kemendikbud Hamid Muhammad pada Upacara Penutupan O2SN 2018.

Benar saja apa yang dinarasikan oleh Dirjen Dikdasmen Kemendikbud Hamid Muhammad berbilang bulan yang lalu, pada ajang The 3rd Open International De Karate De La Province De Liege di Herstal, Belgia pada 14 s.d. 20  November 2018, tim Indonesia total meraih 10 medali emas, 5 medali perak, 5 medali perunggu. Tim Indonesia Tingkat SD meraih 3 medali emas, 2 medali perak, 2 medali perunggu. Tim Indonesia Tingkat SMP memperoleh 3 medali emas, 2 medali perak, 1 medali perunggu. Tim Indonesia Tingkat SMA meraih 4 medali emas, 1 medali perak, 2 medali perunggu.

Kala Tim Indonesia Tingkat SD, SMP, SMA tiba di Tanah Air, Hamid Muhammad menyambut para atlet muda tersebut dan memberikan apresiasi. Tim Indonesia Tingkat SD dan SMP tiba di Terminal 2D Bandara Soekarno-Hatta pada Rabu (21/11/2018). Sedangkan Tim Indonesia Tingkat SMA tiba di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta pada Kamis (22/11/2018).

“Selamat ya kepada semua siswa SMP yang sudah meraih medali emas, perak, dan perunggu di kejuaraan karate internasional di Belgia. Tahun ini SMP mendapatkan 3 medali emas, 2 perak, 1 perunggu,” kata Dirjen Dikdasmen Kemendikbud Hamid Muhammad kala menyambut Tim Indonesia Tingkat SMP di Terminal 2D Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (21/11/2018).

“Ini prestasi yang kita raih setiap tahun dan mudah-mudahan tahun depan semakin baik. Dan ke pada anak-anak yang meraih medali, saya pesan tingkatkan kemampuan kalian. Prestasi kalian tidak hanya berhenti di SMP, tapi lanjutkan di tingkat SMA, bahkan sampai ke tingkat dewasa nanti. Mudah-mudahan kalian sukses semua. Selamat kepada kalian semua,” tambah Hamid.