Literasi Kuat, Indonesia Hebat

FLS

Trilogy pertama Star Wars dimulai dari episode 4, 5 dan 6

Photo: star wars trilogy

OLSN, Jakarta – Olimpiade Literasi Siswa Nasional (OLSN) dan Lomba Menulis Esai (LME) merupakan upaya mengembangkan penguatan pendidikan karakter di bidang literasi dan sastra melalui kreativitas siswa. Upacara Penutupan dan Penganugerahan Pemenang OLSN dan LME berlangsung di Ambhara Hotel, Selasa (30/10/2018). Memberikan sambutan, pidato pengarahan, dan menutup secara resmi event yang untuk kali kedua dihelat ini yakni Direktur Pembinaan SMP Enang Ahmadi.

Enang mengawali pidatonya dengan melantunkan 2 pantun.

“Pantun itu singkatan, namanya sopan dan santun. Marahnya orang itu kalau pantun, sopan dan santun. Kalau kesalnya pasti dengan sopan dan santun. Kalau bahagia pasti dengan sopan dan santun. Saya ingin menjawab pantunnya mbak mega,” kata Direktur Pembinaan SMP, Enang Ahmadi.

Berikut bunyi pantunnya:

Anak-anak hadir di Ambhara

Sejak pagi hadir di bahana

Ayo bangkit bangun bangsa

Salam literasi untuk kita semua

“Karena saya dari Bangka Belitung. Bangka Belitung sangat terkenal dengan terasinya,” ujar Enang Ahmadi yang pernah menjabat sebagai Kepala Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Ia pun memberikan pantun keduanya sebagai berikut:

Ikan udang dibuat terasi

Terasi ikan ditumbuk air

Mari kita kembangkan literasi

Untuk pendidikan lebih bermutu

Sumpah Literasi

Penyelenggaraan OLSN dan LME sendiri bertepatan dengan perayaan Sumpah Pemuda yang ke-90. Dalam hal ini Enang Ahmadi berpendapat bahwa tiap kali peristiwa besar terjadi, ada sumpah yang menyertai. Terdapat Sumpah Palapa, Sumpah Pemuda, Proklamasi, dan ia pun menyerukan perlunya Sumpah Literasi.

“Hari ini berkumpul dari seluruh Indonesia. Kita baru saja merayakan Sumpah Pemuda. Peristiwa besar itu selalu dengan sumpah. Nusantara mampu disatukan oleh Mahapatih Gajah Mada karena sumpahnya. Sumpah Palapa, apa isinya? ‘Saya tidak akan makan yang enak-enak sebelum seluruh nusantara disatukan’,” tutur Enang Ahmadi.

“Kemudian sumpah itu berulang kembali untuk mengikatkan seluruh komponen di Indonesia. Ada Jong Java, Jong Sumatera, Jong Celebes, Jong Ambon. Dan dengan Sumpah Pemuda menyadari betul pentingnya persatuan dan kesatuan. Sehingga bersumpah seluruh itu. Dan sumpah itu luar biasa mampu menyatukan Indonesia,” tambah pria berkacamata tersebut.

“Lalu ada Proklamasi. Proklamasi adalah sumpahnya rakyat Indonesia. Atas nama rakyat Indonesia bapak Sukarno-Hatta. Di zaman sekarang perlu juga kita bersumpah, walaupun tidak khusus. Sumpahnya apa? Kita semua yang hadir di sini, anak-anak, ‘tidak akan lelah sebelum literasi membumi di Indonesia’. ‘Kita semua tidak akan kenal lelah sebelum literasi membumi di Indonesia’. Sebelum literasi membumi di hati kita semua,” jelas Direktur Pembinaan SMP Enang Ahmadi.

Mengembangkan Branding Literasi

Gerakan Literasi Sekolah melalui OLSN dan LME perlu terus dikembangkan branding-nya. Agar menjadi branding yang sangat kuat. Hal tersebut mengingat literasi merupakan budaya yang bagus. Dalam kesempatan tersebut Enang menyarankan agar pantun dapat dimasukkan dalam OLSN tahun mendatang.

“Kemarin di daerah ada di daerah Sumatera dibuat lomba pantun. Pantun ini adalah bagian daripada literasi. Kalau sering membaca, rajin membaca maka kemampuan berpantun akan mudah karena banyak kosa kata yang dia punya. Sehingga nanti lomba berpantun, kalau di daerah saya di Sumatera. DKI bikin juga. Saya sering ketawa-tawa kalau ada pantunnya dari Betawi. Ini unik, lucu dan membuat kita bahagia. Sopan santun dan bahagia sebagai bangsa. Pantun juga bisa masuk ke sini tahun depan, supaya bisa lebih menarik lagi,” terangnya.

Untuk mengembangkan branding literasi, Enang Ahmadi berpendapat salah satu caranya yakni dengan mengangkat brand ambassador literasi.

“Mungkin saja di kegiatan ini diperkuat ada figur-figur, duta-duta, tokoh-tokoh yang akan menjadi branding-nya literasi. Bisa saja tokoh-tokoh yang sudah ada seperti Andrea Hirata atau yang lain,” tutur Direktur Pembinaan SMP Enang Ahmadi.

Dengan bekal literasi  maka ragam profesi siap “menyambut” di masa mendatang.

“Kami harapkan akan lahir, jadi yang pintar berpuisi akan menjadi host ternama menggantikan Gilang Dirga. Akan banyak yang lahir di Stand Up Comedy, kalau literasinya bagus sekali, mungkin tidak menjadi saintis. mungkin ada yang akan menggantikan Cak Lontong. Cak Lontong luar biasa kemampuannya, walaupun dia bukan bidang itu, tapi literasinya bagus sehingga dia menjadi host yang sangat terkenal,” ungkap Enang.

Memviralkan Literasi

Literasi hendaknya tidak menjadi eksklusif. Melainkan menjadi sebuah perayaan literasi. Di sinilah peran para partisipan OLSN dan LME krusial untuk menjadi duta-duta literasi.

“Literasi bisa menjadi jalan untuk hal yang kita inginkan. Literasi harus terus berkembang dengan baik. literasi ini menjadi luas. Diharapkan lomba ini tidak hanya terjadi di Jakarta. Ke depan kegiatan ini bisa ke daerah-daerah lain. Di Jambi, Bangka Belitung bumi Laskar Pelangi, dan lain-lainnya. Kita viralkan. Kita harapkan ini menjadi miliknya Indonesia,” harap Enang Ahmadi.

“Kegiatan penjurian benar-benar terlaksana secara terpercaya oleh para juri-juri. Apa pun nanti tidak ada perbedaan antara suku bangsa, gender, semua dilakukan secara akuntabel, profesional. Para juara nanti diharapkan tetap menjadi duta literasi. Tidak berhenti pada kegiatan ini, tapi kalian menyiarkan agar ada anak-anak yang cinta pada literasi,” imbuhnya.

Literasi Kuat, Indonesia Hebat

Menutup pidatonya Direktur Pembinaan SMP Enang Ahmadi memberikan 2 pantun dan 2 yel yang kiranya akan terus terkenang di benak para duta literasi. Berikut bunyi pantunnya:

Wangi kembang dari halaman

Berawan langit berarak, beringan

Pagi hadir memberi harapan

Beramal saleh tebar kebahagiaan

“Sebelum kembali ke daerah masing-masing, sudah bertemu para juri ini juga pantun yang bermakna,” ujar Direktur Pembinaan SMP Enang Ahmadi.

Kalau sudah menggulai kepah

Jangan lupa berikan kari

Kalau sudah sampai di rumah

Ingat-ingatlah bersilaturahmi

Enang Ahmadi pun menutup dengan yel sebagai berikut: Salam literasi, Ayo membaca. Kemudian yel kedua yakni Literasi kuat, Indonesia hebat. Kala mengungkapkan ‘Literasi kuat’ salam literasi ditunjukkan. Sedangkan kala mengucap ‘Indonesia hebat’ tangan kanan dikepalkan.

“Semangat ini diviralkan. Supaya Indonesia hebat, literasinya harus kuat. Kalian semua adalah duta-duta literasi,” kata Direktur Pembinaan SMP Enang Ahmadi saat Upacara Penutupan OLSN dan LME di Ambhara Hotel, Selasa (30/10/2018).