OLSN & LME Bagian dari Gerakan Literasi Nasional

FLS

Trilogy pertama Star Wars dimulai dari episode 4, 5 dan 6

Photo: star wars trilogy

OLSN, Jakarta – Pada Bulan Bahasa (Oktober) berbagai macam kegiatan terkait literasi bermunculan. Event-event tersebut merupakan upaya merayakan literasi. Ajang Olimpiade Literasi Siswa Nasional (OLSN) dan Lomba Menulis Esai (LME) merupakan bagian dari Festival Literasi Sekolah.

Menyampaikan laporan panitia pada Upacara Penutupan dan Penganugerahan Pemenang OLSN dan LME yakni Kepala Sub Direktorat Peserta Didik Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama (Kasubdit Peserta Didik Ditpsmp) Maulani Mega Hapsari. Dalam kesempatan tersebut Mega membuka laporannya dengan sebuah pantun.

“Karena kegiatan kita ini merupakan bagian dari Gerakan Literasi Nasional, saya ingin membacakan pantun,” kata Kasubdit Peserta Didik Ditpsmp Maulani Mega Hapsari saat memberikan laporan panitia di Ambhara Hotel, Selasa (30/10/2018).

Berikut bunyi pantunnya:

Pantun bukan sembarang pantun

Pantun indah bahasa menuntun

Tekun belajar bicara santun

Akhlak baik prestasi dibangun

Pelaksanaan kegiatan OLSN dan LME dibuka secara resmi oleh Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Dirjen Dikdasmen Kemendikbud) Hamid Muhammad di Plaza Insan Berprestasi Kemendikbud pada Ahad, 28 Oktober 2018.

“Pelaksanaan kegiatan Olimpiade Literasi Siswa Nasional dan Lomba Menulis Esai untuk kegiatan 2018 ini alhamdulillah telah berlangsung dengan lancar. Kegiatan ini kami laksanakan tanggal 27 Oktober. Pada saat itu pembukaan dilakukan bersama-sama di gedung A dan dibuka oleh bapak Dirjen dikdasmen dan pada saat hari ini 30 Oktober rencana akan kita tutup,” ujar Maulani Mega Hapsari.

Ia pun merinci pelaksanaan kegiatan OLSN dan LME.

“Untuk OLSN ini kami laporkan ada 4 cabang yang dipertandingkan yaitu Cipta Cerpen yang kemarin pelaksanaannya di SMPN 19 Jakarta Selatan. Dan juga ada kegiatan Cipta Puisi yang pelaksanannya dilakukan di Perpustakaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dan juga ada pertandingan Story Telling sekaligus Debat Bahasa Indonesia yang pelaksanaannya dilakukan di hotel Ambhara,” tandas Mega.

“Selain OLSN, kami bekerja sama dengan Dharma Wanita Persatuan di situ kami mengadakan Lomba Menulis Esai yang alhamdulillah sudah tahun kedua. Mudah-mudahan tahun berikutnya kami bisa menjalin kerja sama ini,” ungkap Mega.

Pada Upacara Penutupan tersebut juga diumumkan Juara I, II, III, Harapan I, II, III dari masing-masing cabang lomba. Tak sekadar berkompetisi ajang OLSN dan LME pun menjadi ajang untuk merekatkan nasionalisme.

“Dan adik-adik adalah perawakilan dari 34 provinsi, dari Sabang sampai Merauke kami ada keterwakilannya. Dan adik-adik semua memakai baju adat. Kita ingin memeriahkan dalam suasana berkumpul dalam persatuan dan persaudaraan,” ujar Kasubdit Peserta Didik Ditpsmp Maulani Mega Hapsari.

“Dan ini adalah salah satu bentuk kegiatan Gerakan Literasi Nasional yang merupakan salah satu event besar di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dan alhamdulillah kegiatan yang dilakukan tahun 2018 ini lebih meriah dari 2017 tahun lalu,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut Kasubdit Peserta Didik Ditpsmp Maulani Mega Hapsari pun menutup laporan panitia dengan pantun sebagai berikut:

Hari ini hari Selasa

Matahari sangat cerah ceria

Adik-adik yang hadir di sini luar biasa

Calon-calon penerus bangsa Indonesia