Puisi ‘Lelaki Tua dan Cucunya’ Memikat di Upacara Penutupan OLSN SMP

FLS

Trilogy pertama Star Wars dimulai dari episode 4, 5 dan 6

Photo: star wars trilogy

OLSN, Jakarta – Olimpiade Literasi Siswa Nasional (OLSN) SMP Tingkat Nasional Tahun 2018 menjadi ajang unjuk kemampuan para siswa, siswi terbaik di ranah literasi. Pada pra acara Upacara Penutupan dan Penganugerahan Pemenang yang berlangsung di Ambhara Hotel, Selasa (30/10/2018); para siswa, siswi menampilkan talentanya masing-masing. Ada yang mempersembahkan suara emasnya, ada yang membawakan puisi, dan lain sebagainya.

Pengisi acara di panggung Upacara Penutupan pun diisi oleh para siswa, siswi peserta OLSN SMP Tingkat Nasional Tahun 2018. Devania Codino Sembiring peserta OLSN SMP cabang Lomba Kreativitas Bercerita dalam Bahasa Inggris (Story Telling) membawakan cerita Money Can’t Buy Everything. Lalu Catur Sataprana Reyhan Fajar Mahendra Putra yang membawakan puisi karyanya berjudul Lelaki Tua dan Cucunya. Karya puisi tersebut dibuatnya kala lomba OLSN SMP cabang Lomba Cipta Puisi yang berlangsung di Perpustakaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Senin (29/10/2018).

Catur dengan percaya dirinya mengawali penampilannya dengan membacakan pantun yang mengundang senyum sebagai berikut:

Ke Tanah Abang ketemu dewa

Dewanya bicara sama pak tua

Biar saya muka Jawa

Tapi saya pace Papua.

Ya, Catur merupakan wakil dari Papua Barat di OLSN SMP Tingkat Nasional Tahun 2018. Siswa SMPN 1 Kabupaten Sorong ini untuk kemudian membacakan puisinya yang bertemakan humanisme. Berikut bunyi puisinya:

Lelaki Tua dan Cucunya

Lelaki tua menunggang astrea

Di boncengnya cucu semata

Senyumnya menembus hati tetangga

Tak kenal tua atau remaja

Menghargai jadi pokok utama

            Lelaki tua dan cucunya

            Gembira menunggang astrea

            Melesat ke ladang bulan

            Dengan semangat berkobar

            Sopan santu bersama para peladang

Lelaki tua dan cucunya

Sayangnya kepada tetangga

Menyungsepkan ikan ke samudra

Menerbangkan bulan kepada Tuhan

            Romantisnya lelaki tua dan cucunya

            Bercakap-cakap bersama saudara

            Kasih sayangnya tak akan terbendung

            Kasih cintanya tak terhalang

Ia lelaki tua dan cucunya

Begitu baik juga asik

Sangatlah ramah bukan pemarah

Menjunjung nilai insaninya