Selayang Pandang Hari Lomba & Babak Final OLSN SMP 2018

OLSN

Trilogy pertama Star Wars dimulai dari episode 4, 5 dan 6

Photo: star wars trilogy

OLSN, Jakarta – Olimpiade Literasi Siswa Nasional (OLSN) SMP Tingkat Nasional Tahun 2018 telah merampungkan lombanya pada Senin (29/10/2018). Siapa saja yang akan meraih Juara I, II, III, Harapan I, II, III untuk 4 cabang di OLSN SMP akan diketahui pada Upacara penutupan yang dihelat di Ambhara Hotel, Selasa pagi (30/10/2018).

OLSN SMP ke-II terdiri dari 4 cabang lomba yakni Lomba Cipta Cerpen, Lomba Cipta Puisi, Lomba Kreativitas Bercerita dalam Bahasa Inggris (Story Telling), dan Lomba Debat Bahasa Indonesia.

Sebagai informasi pada OLSN SMP 2018 terdapat 816 naskah Cipta Cerpen Berbahasa Indonesia, 458 naskah Kreativitas Cerita Berbahasa Inggris (Story Telling), 447 naskah Debat Berbahasa Indonesia, dan 574 naskah Cipta Puisi. Berdasarkan hasil penilaian Dewan Juri maka tersaringlah peserta OLSN SMP Tingkat Nasional Tahun 2018 yaitu: 34 peserta Cipta Cerpen Berbahasa Indonesia,  34 peserta Kreativitas Cerita Berbahasa Inggris (Story Telling), 36 peserta Debat Bahasa Indonesia, dan 34 peserta Cipta Puisi.

Untuk Lomba Cipta Cerpen, pada hari lomba (Senin, 29 Oktober 2018) peserta menyaksikan tayangan video, diberikan tema, melakukan riset selama 1 jam, untuk kemudian menuliskan cerita pendeknya dengan jangka waktu 3 jam. Tema besar dari OLSN SMP Tingkat Nasional Tahun 2018 cabang Lomba Cipta Cerpen adalah “Dunia Tanpa Batas”. Ada pun untuk perlombaan di tingkat nasional disuguhkan tayangan video bertema kerusakan lingkungan. Video itu berjudul “Apa yang Terjadi Jika Indonesia Turun Salju?”. Untuk kemudian 34 peserta dibagi dalam dua ruangan di SMPN 19 Jakarta dengan komputer masing-masing yang telah disediakan oleh pihak panitia. Para peserta diberikan waktu 1 jam untuk melakukan riset terkait tema tersebut. Para peserta untuk kemudian diberikan waktu 3 jam untuk menulis cerita pendek (dengan internet yang sudah dimatikan) serta panjang maksimal cerita pendek yaitu 8.000 karakter.

Untuk Lomba Cipta Puisi, 34 peserta OLSN SMP Tingkat Nasional Tahun 2018 melaksanakan lomba di Perpustakaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pada Senin (29/10/2018) jam 8-11 WIB. Para peserta diberikan keleluasaan untuk mencari bahan di perpustakaan Kemendikbud serta menuliskan puisi bertemakan humanisme.

Untuk Lomba Debat Bahasa Indonesia pada Senin pagi (29/10/2018) diadakan babak 8 besar. Mereka yang lolos di fase ini merupakan siswa terpilih yang lolos dari babak penyisihan yang diikuti 36 peserta. Setelah babak 8 besar, terseleksilah 4 siswa yang tampil di babak final. Mereka adalah Galih Hanim Mu'arofah (DIY), Luna Citra Alifa (Jawa Tengah), Benaya Matius Marpaung (Kepulauan Riau), Kayla Erika Ignatia Andresen (Sulawesi Utara). Luna berposisi sebagai Afirmasi Pembuka, Benaya berposisi sebagai negasi pembuka, Kayla berposisi sebagai afirmasi penutup, dan Galih berposisi sebagai negasi penutup pada babak final tersebut.

Untuk Lomba Kreativitas Bercerita dalam Bahasa Inggris (Story Telling),setelah melewati babak penyisihan, 24 peserta non fnalis 10 besar dan para guru pendamping mengikuti workshop bersama dewan juri. Sedangkan 10 finalis melakukan kerja kolaboratif untuk menyiapkan penampilan final pembacaan cerita dengan bimbingan juri. 10 finalis itu adalah Nur Fauziyah Sofiatunnisa Tjaja (DKI Jakarta), Irfan Rahadian Adriyanto (D.I.Yogyakarta), Radina Dyandra Nabila (Kepulauan Riau), Carmella Eliza Randungan Samagat (Kalimantan Barat), Geodipa Afatha Ryu Muhammad Fjz (Jawa Barat), I Gusti Ayu Ardhira Iswa Adi (Bali), Noel Fide Pamadiken (Banten), Hilyatil Adzkia (Kalimantan Selatan), Zakiyah Azzahra (Sumatera Barat), Devania Codino Sembiring (Riau). Di babak final, 10 finalis membawakan cerita Money Can’t Buy Everything dengan kreativitas masing-masing.