Apa yang Terjadi Jika Indonesia Turun Salju?

FLS

Trilogy pertama Star Wars dimulai dari episode 4, 5 dan 6

Photo: star wars trilogy

OLSN, Jakarta – 34 siswa-siswi terbaik dari 34 provinsi di Indonesia mengikuti Olimpiade Literasi Siswa Nasional (OLSN) SMP Tingkat Nasional Tahun 2018. Pada hari Ahad (28/10/2018) 34 pelajar tersebut dan 34 guru pendamping mendapatkan workshop dari dewan juri yang diampu oleh Muhammad Adji, Tengsoe Tjahjono, Rakhmat Giryadi, Sinta Ridwan, dan D.Dudu Abdul Rahman. Pembekalan berharga didapatkan oleh para partisipan baik berupa pengetahuan maupun pengalaman dari dewan juri yang merupakan akademisi dan praktisi.

Sebut saja Rakhmat Giryadi yang membawakan materi Teknik Menulis Cerpen. Penulis buku kumpulan puisi Usaha Mencintai Hujan ini diantaranya mengungkapkan cara mencari inspirasi diantaranya lewat buku bacaan, tv, musik, film, melakukan observasi/riset, serta pengalaman pribadi. Ia juga menyarankan agar para siswa melakukan pencatatan terhadap hal-hal yang dianggap penting. Ia pun mencontohkan dengan cerita dari teman, bisa menjadi bahan membuat cerita pendek.

Lalu pemateri Sinta Ridwan membawakan materi berjudul Yang Bercerita, Yang Terpendek. Sinta diantaranya mengutip cara sastrawan Edgar Allan Poe dalam membuat cerita pendek. Ada tiga poin yang diungkap yakni panjangnya dapat dibaca dalam sekali duduk, ending-nya harus klimaks, dan kesatuan efek.

Bekal dari materi workshop tersebut coba dituangkan oleh para peserta OLSN SMP. Secara teknis, pada hari lomba (Senin, 29 Oktober 2018) mereka menyaksikan tayangan video, diberikan tema, melakukan riset selama 1 jam, untuk kemudian menuliskan cerita pendeknya dengan jangka waktu 3 jam. Tema besar dari OLSN SMP Tingkat Nasional Tahun 2018 cabang Lomba Cipta Cerpen adalah “Dunia Tanpa Batas”. Ada pun untuk perlombaan di tingkat nasional disuguhkan tayangan video bertema kerusakan lingkungan. Video itu berjudul “Apa yang Terjadi Jika Indonesia Turun Salju”? Untuk kemudian 34 peserta dibagi dalam dua ruangan di SMPN 19 Jakarta dengan komputer masing-masing yang telah disediakan oleh pihak panitia. Para peserta diberikan waktu 1 jam untuk melakukan riset terkait tema tersebut. Para peserta untuk kemudian diberikan waktu 3 jam untuk menulis cerita pendek (dengan internet yang sudah dimatikan) serta panjang maksimal cerita pendek yaitu 8.000 karakter.