Literasi Membangun Pembelajar Sepanjang Hayat

FLS

Trilogy pertama Star Wars dimulai dari episode 4, 5 dan 6

Photo: star wars trilogy

OLSN, Jakarta – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah menyelenggarakan kegiatan Festival Literasi Sekolah (FLS) II, yaitu perayaan literasi yang mewadahi warga sekolah (siswa, guru, dan kepala sekolah) dan para penggiat literasi dalam sebuah forum bersama. Kegiatan ini berlangsung mulai 28 s.d. 31 Oktober 2018 di Plaza Insan Berprestasi Kemendikbud, Senayan, Jakarta, dan beberapa tempat di sekitar Jabodetabek.

Pada Ahad pagi (28/10/2018) bertempat di Plaza Insan Berprestasi Kemendikbud, Festival Literasi Sekolah (FLS) ke-II resmi dibuka. Penyelenggaraan FLS sendiri tak dapat dilepaskan kaitannya dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti.

“Literasi dan budi pekerti memiliki hubungan yang erat. Karena itu Gerakan Literasi Sekolah  merupakan amanah dari Permendikbud Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti. Kelahiran Gerakan Literasi Sekolah juga berangkat dari keprihatinan kita terhadap beberapa hasil penelitian yang menyatakan bahwa kemampuan membaca siswa Indonesia hingga orang dewasa berada pada peringkat yang masih rendah,” kata Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Sesditjen Dikdasmen Kemdikbud) Sutanto saat memberikan laporan panitia Festival Literasi Sekolah, di Plaza Insan Berprestasi Kemendikbud, Ahad (28/10/2018).

Jangkauan dari Gerakan Literasi Sekolah cukup luas dan kompleks karena menyangkut keseluruhan pelajar di Indonesia.

“Total sasaran Gerakan Literasi Sekolah kurang lebih ada 45 juta siswa dan 219.000 satuan pendidikan yang tersebar dari kota sampai kawasan Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) di seluruh wilayah Indonesia. Karena itu perlu kerja keras agar akses literasi terpenuhi dengan baik,” ujar sosok yang juga menjabat sebagai Plt. Direktur Pembinaan SMP tersebut.

Dengan jangkauan dan sebaran yang begitu luas tersebut, maka Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengajak kerja kolaboratif berbagai elemen bangsa untuk menjayakan literasi.

“Terkait dengan jumlah sasaran tersebut dan sebagai komitmen terhadap pertumbuhan literasi, Dirjen Dikdasmen telah mengintegrasikan literasi ke dalam Kurikulum 2013. Dengan harapan agar literasi terintegrasi dalam pembelajaran. Dirjen Dikdasmen secara rutin melakukan promosi kegiatan Gerakan Literasi Sekolah pada setiap program kegiatan sekaligus mendorong pemerintah daerah menerbitkan peraturan daerah dan mengganggarkan dana dalam APBD untuk mendukung Gerakan Literasi Sekolah,” ujar Sutanto.

“Kami juga mengajak berbagai komponen masyarakat untuk melaksanakan minat baca masyarakat dalam kegiatan Gerakan Literasi Sekolah tersebut. Melalui kerja kolaboratif ini kami berharap dapat menciptakan gerakan yang masif dengan satu tujuan meningkatkan kemampuan membaca siswa Indonesia pada peringkat paling tinggi di antara negara-negara di dunia, tambahnya.

Merayakan Literasi di FLS

Kerja kolaboratif antara berbagai elemen bangsa terkait literasi menunjukkan bentuknya pada Festival Literasi Sekolah (FLS). Tahun 2018 adalah kali kedua FLS dilaksanakan.

“Salah satu kegiatan Dirjen Dikdasmen yang melibatkan berbagai komponen adalah Festival Literasi Sekolah yaitu sebuah perayaan literasi yang mewadahi warga sekolah yaitu guru, kepala sekolah, penggiat literasi, pengelola Taman Bacaan Masyarakat, Lembaga Swadaya Masyarakat, akademisi, dan orang tua dalam sebuah forum bersama,” terang Sesditjen Dikdasmen Kemdikbud Sutanto.

Dalam laporannya Sutanto membeberkan kegiatan-kegiatan yang termaktub dalam Festival Literasi Sekolah.

“Kegiatan Festival Literasi Sekolah berlangsung sejak 28 s.d. 31 Oktober 2018. Ada 4 kegiatan dalam Festival Literasi Sekolah ini. Yang pertama, pembukaan Festival Literasi Sekolah yang dilaksanakan hari ini di Plaza Insan Berprestasi Kemendikbud pada 28 Oktober 2018. Yang kedua, pameran literasi yang berada di samping  Plaza Insan Berprestasi Kemendikbud dan akan menampilkan 4 stan yaitu program praktik baik literasi, poster program praktik baik literasi, penerbitan, dan literasi lini utama Kemendikbud,” tutur pria berkacamata ini.

“Yang ketiga, dilaksanakan Festival Literasi yang dilakukan di 4 lokasi di sekitar gedung A Kemendikbud, yaitu di panggung utama, pojok literasi, ruang serba guna perpustakaan, ruang teater perpustakaan di Kementerian. Dan diantara kegiatan Festival Literasi adalah diskusi interaktif pelatihan dan peluncuran buku. Kegiatan ini akan diikuti oleh pendaftar yang telah mendaftar secara online maupun offline kepada panitia. Akhir kegiatan ini, panitia akan memberikan sertifikat kepada para peserta sebagai bentuk apresiasi sebagai penghargaan terhadap peran aktif mereka dalam perayaan literasi,” imbuh Sutanto.

“Yang keempat, kegiatan lomba yang dilaksanakan di beberapa lokasi di sekitar Jabodetabek. Antara lain Lomba Menulis Cerpen, Baca Puisi, Cipta Pantun, Cipta Syair, Mendongeng, di semua jenjang dan ini juga dilakukan di seluruh jenjang baik SD, SMP, SMA, SMK, termasuk PKLK,” urai Sesditjen Dikdasmen Kemdikbud Sutanto.

Maka tepatlah jika ditandaskan bahwa Festival Literasi Sekolah (FLS) merupakan wadah bagi perayaan literasi.

“Melalui Festival Literasi Sekolah, Kemendikbud ingin menggugah kesadaran masyarakat  bahwa literasi adalah bagian hidup keseharian. Literasi bukan barang baru dan tidak eksklusif. Literasi tak hanya untuk dirapatkan, melainkan pula untuk dilombakan sekaligus dirayakan setiap hari. Oleh karena itu pada Festival Literasi Sekolah tahun ini kami mengangkat tema ‘Literasi Membangun Pembelajar Sepanjang Hayat,” ucap Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Sesditjen Dikdasmen Kemdikbud) Sutanto saat memberikan laporan panitia Festival Literasi Sekolah, di Plaza Insan Berprestasi Kemendikbud, Ahad (28/10/2018).