Setiap Kata-kata dari Mereka Seperti Punya Jiwa Sendiri

OLSN

Trilogy pertama Star Wars dimulai dari episode 4, 5 dan 6

Photo: star wars trilogy

OLSN, Jakarta - Mencipta puisi membutuhkan kepekaan terhadap berbagai persoalan kehidupan, kekayaan imajinasi, kecermatan memilih kata, menciptakan bahasa kias, dan menyusunnya menjadi rangkaian kata. Ramuan berbagai aspek tersebut menghasilkan puisi yang mampu memberikan makna kepada pembaca.

Zahrotun Qurrata A'yuni memiliki beberapa referensi penyair yakni Evi Idawati, Aan Mansyur, Joko Pinurbo, Sapardi Djoko Damono. Zahrotun sendiri merupakan peserta Olimpiade Literasi Siswa Nasional (OLSN) SMP Tingkat Nasional Tahun 2018 cabang Lomba Cipta Baca Puisi.

“Setiap bahasa dari mereka itu berbeda. Setiap kata-kata dari mereka seperti punya jiwa sendiri. Ada kalimat dari Aan Mansyur yang saya ingat ‘Dalam penyangkalanmu akan aku, ada cinta yang membuatmu bersedih kelak’. Kalau puisi-puisi Joko Pinurbo bagus-bagus semua,” kata Zahrotun saat sesi registrasi peserta di Ambhara Hotel, Sabtu (27/10/2018).

Zahrotun mengaku menyukai puisi dikarenakan karya sastra tersebut tidak membosankan.

“Saya suka puisi karena menurut saya puisi itu asyik, nggak ngebosenin. Kayak dalam setiap kalimatnya ada roh tersendiri,” ujar siswi SMPN 1 Karangmojo ini.

Dari suka terhadap puisi, Zahrotun pun memberanikan diri untuk membuat puisi demi puisi. Sebagai bagian dari seleksi, para peserta OLSN SMP mengirimkan puisi dengan subtema sebagai berikut: a. Kebhinekaan bangsa Indonesia; b. Nilai kemanusian dan moral dalam masyarakat modern; c. Aku, lingkungan alam, dan kemajuan teknologi. Zahrotun pun membuat puisi Berita Tentang Indonesia untuk subtema Kebhinekaan bangsa Indonesia. Puisi Menyimpan Jiwa Pudar untuk subtema Nilai kemanusian dan moral dalam masyarakat modern. Puisi Aku Memandang Dunia Lewat Jendela untuk subtema Aku, lingkungan alam, dan kemajuan teknologi.

“Untuk membuat puisi, pertama kali saya mencari tema dulu. Yang sesuai dengan situasi. Yang sesuai dengan pengalaman saya. Setelah jadi, saya editing, itu dilakukan secara sistematis, tidak aur-auran,” jelas siswi kelas IX ini menjelaskan “dapur karyanya”.

“Untuk puisi Berita Tentang Indonesia saya buat selama 3 mingguan. Saya kan nggak pernah nonton tv. Jadi pas biar tahu tentang kondisi  Indonesia itu saya baca buku, cari di YouTube dan melihat tv akhirnya,” urai Zahrotun Qurrata A'yuni.