Restu Bumi di Lahan Bekas Penambangan Timah

LME

Trilogy pertama Star Wars dimulai dari episode 4, 5 dan 6

Photo: star wars trilogy

LME, Jakarta – Ingat dengan novel Laskar Pelangi? Salah satu titik balik pada kisah karya Andrea Hirata ini manakala PN Timah mengalami kebangkrutan. Alhasil hal iu berdampak sistemik bagi kehidupan perekonomian penduduk yang selama ini bergantung kepada PN Timah. Dalam narasi sederhana timah dapat memakmurkan dan menghancurkan Kepulauan Bangka Belitung.

Titik poros bekas penambangan timah menjadi perhatian bagi Lubna Marwah Syahidah peserta Lomba Menulis Esai (LME) SMP Tingkat Nasional Tahun 2018.

“Di Kepulauan Bangka Belitung banyak penambangan timah di darat. Penambangan timah di darat menyebabkan kerusakan lingkungan. Jadi lingkungannya kayak banyak cekungan-cekungan, kayak kolam-kolam, terus kurang dimanfaatkan oleh masyarakat karena mengandung unsur logam berat,” kata Lubna saat sesi registrasi peserta di Ambhara Hotel, Sabtu (27/10/2018).

Lubna pun mengungkap keprihatinannya dengan situasi tersebut. Bumi Kepulauan Bangka Belitung pun tercemar dan restu bumi pun seolah enggan singgah.

“Sayang sekali masyarakat akhir-akhir ini tidak memanfaatkan alam dengan baik, mengeksploitasinya terlalu terlihat, sehingga lingkungan di sekitar Kepulauan Bangka Belitung menjadi rusak. Selain penambangan di darat, penambangan di laut juga dilakukan sehingga air-air di Kepulauan Bangka Belitung menjadi kotor karena tailing, bekas tambang timah itu sehingga ada pantai-pantai di Kepulauan Bangka Belitung yang menjadi tercemar dan menjadi kurang indah lagi,” ujar siswi SMPN 2 Sungailiat.

Lubna lantas tak berpangku tangan dengan keadaan tersebut, ia pun mencoba merekomendasikan melalui karya ilmiahnya untuk menjadikan bekas penambangan timah bernilai ekonomis.

“Saya ingin mengangkat reklamasi kolong agar dapat dimanfaatkan masyarakat Kepulauan Bangka Belitung dengan baik. Dijadikan objek wisata untuk yang lahan bekas penambangan timah. Untuk lahan bekas lahan timah bisa ditanam dengan sayuran-sayuran atau untuk dijadikan taman hiburan,” ungkapnya.

Ia pun memberikan contoh kasus bekas penambangan timah yang menjadi bernilai ekonomis.

“Di Kepulauan Bangka Belitung ada Bangka Botanical Garden (BBG). Jadi disitu lahan bekas pertambangan timah dijadikan lahan pertanian dan perternakan sapi. Di situ juga jadi tempat wisata. Banyak sekali masyarakat Bangka Belitung mengunjungi BBG,” tutur Lubna Marwah Syahidah.