Peserta Sulteng Kuatkan Langkah Ke OLSN Meski Masih Trauma

FLS

Trilogy pertama Star Wars dimulai dari episode 4, 5 dan 6

Photo: star wars trilogy

OLSN, Jakarta - Olimpiade Literasi Siswa Nasional (OLSN) SMP tingkat Nasional tahun 2018 diadakan di Jakarta, 27-31 Oktober 2018. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh peserta perwakilan dari 34 Provinsi di Indonesia, termasuk juga Sulawesi Tengah (Sulteng) yang baru terkena bencana gempa dan tsunami belum lama ini.

3 Orang peserta OLSN SMP dari Sulteng yang telah sampai di Jakarta adalah Wulan Mutiara, Henny Yudita dan Fellicya Jennifer dari SMP negeri 1 Palu. Mereka mengaku kuatkan langkah menuju Jakarta untuk mengharumkan nama Sulawesi Tengah meskipun masih dilanda trauma yang amat sangat berat.

Diceritakan oleh Wulan, mereka tidak bisa terasa sedikitpun getaran. Jika merasa getaran, mereka sangat takut dan mulai panik. Dan tidak bisa dipungkiri, itu akan tetap terjadi ketika mereka terbang dengan pesawat dan menaiki kendaraan umum di Jakarta.

"Naik pesawat sangat panik, karena getarannya kuat sekali. Kami masih trauma, tidak bisa terasa ada getaran, kami takut," kata Wulan.

Gempa berkekuatan 7,4 Skala Richter (SR) dan diikuti tsunami memang meluluh lantakkan Palu pada 28 September 2018. Baru sebulan tragedi itu, sehingga masih terbayang betapa menakutkannya kejadian itu bagi Wulan, Henny dan Felliciya. Mereka termasuk korban gempa dan tsunami, rumah mereka rusak dan saat ini keluarga mereka masih tinggal di tempat pengungsian.

Belajar saat sekolah pun dilakukan di lapangan, karena bangunan sekolah tempat mereka biasa menuntut ilmu rusak parah.

Kendati demikian, itu tidak menyurutkan semangat mereka untuk ikut perlombaan di Olimpiade Literasi Siswa Nasional dan Lomba Menulis Essai yang diadakan oleh Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama (SMP), Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Dan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Meskipun di pengungsian, mereka menyempatkan diri untuk berlatih mencipta puisi, mencipta cerpen dan mempresentasikan essai yang telah dibuat.

"Tetap semangat. Kami ingin membanggakan orang tua, kami ingin memotivasi pelajar lain disana bahwa kami bisa sampai di Jakarta dan ikut OLSN meskipun batu saja terkena musibah besar. Walaupun masih trauma, kami yakin kami bisa mengatasinya saat lomba," kata Felliciya.

Masing-masing peserta dari Palu ini mengikuti beberapa lomba, mulai dari Wulan Mutiara mengikuti lomba cipta cerpen, Henny Yudita mengikuti lomba cipta puisi dan Felliciya Jennifer mengikuti lomba menulis essai (LME).

"Semua bahan kami tentang bencana di Palu. Tapi Felliciya yang beda, dia Essai tentang tepung yang terbuat dari biji buah kluwih," kata Henny menjelaskan.

Tidak ada gurat kesedihan Dimata mereka. Malah sangat optimis, karena ketiga peserta ini membawa asa besar dari Palu. Yaitu membanggakan masyarakat yang sedang berduka karena musibah yang melanda mereka.

"Tidak ada kata menyerah atau kalah untuk Palu. Jadikan ini pelajaran dan jangan terus menangis. Karena Indonesia ada untuk kita. Banyak relawan yang membatu, banyak bahan makanan dan pakaian yang dibantu untuk kami. Jadi saudara se-Indonesia mendukung kami disini. Kami siap bersaing," kata Henny lagi.