Banyak Membaca Kunci Kesuksesan

OLSN

Trilogy pertama Star Wars dimulai dari episode 4, 5 dan 6

Photo: star wars trilogy

OLSN - Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan melalui Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Dan Menengah kembali mengadakan kegiatan Olimpiade Literasi Siswa Nasional (OLSN) tahun 2018 di Jakarta. Kegiatan yang diadakan sejak 27-31 Oktober ini diikuti oleh para sastrawan muda yang kritis dan berprestasi dari 34 provinsi yang ada di Indonesia.

Dalam perhelatan OLSN ada 4 perlombaan yang diadakan, diantaranya adalah Lomba Story' Telling, Lomba Cipta Cerita Pendek, Lomba Cipta Puisi dan Lomba Debat Bahasa Indonesia.

Salah satu peserta lomba Debat Bahasa Indonesia, Galih Hanum Mu'arofah dari SMP Negeri 5 Yogyakarta mengaku sangat senang bisa berkompetisi di ajang ini. Kegiatan yang di tahan oleh Kemdikbud ini dianggap sebagai kegiatan membangun dan merupakan langkah tepat untuk memotivasi para penulis muda untuk berkarya.

Dia pun antusias dan telah mempersiapkan bekal yang lebih dari cukup untuk mengikuti kegiatan ini, khususnya di lomba debat Bahasa Indonesia.

Tidak mudah memang, Galih harus mengorbankan waktu belajarnya untuk berlatih guna mengikuti kegiatan ini. Namun, bukan mengorbankan dalam konotasi negatif, meskipun dia repot dalam membagi waktu, semua ada solusi jika ingin maju.

"Solusi ada dong. Saya kadang minta izin untuk latihan debat. Nah izinnya dapat, tapi diganti dengan tugas rumah. Saya tetao tidak meninggalkan pembelajaran yang harusnya saya ikuti," kata Galih.

Sementara itu, untuk mengikuti kegiatan ini, khususnya lomba Debat Bahasa Indonesia, Galih mengatakan kunci dari semua lomba yang diadakan adalah membaca. Mulai dari story' telling, cipta puisi, cipta cerpen dan lomba debat bahasa Indonesia, semua orang harus membaca.

"Itu yang saya lakukan. Bacaan tidak terbatas, semua harus dibaca. Mulai dari buku, majalah, cerpen, novel bahkan komik. Selain itu juga saya baca berita baik cetak maupun online. Tidak terbatas bahkan,  khususnya berita-berita yang viral itu yang saya ikuti," kata Galih.

Dengan membaca, wawasan yang didapatkan juga akan banyak bahkan sangat luas. Ini, kata dia, merupakan hikmah bagi para peserta yang mengikuti kegiatan ini.

"Iya, yang tadinya malas membaca. Atau baca bukunya cuma satu atau dua halaman saja. Dengan mengikuti acara ini jadi rajin membaca, karena memang itu kuncinya. Makanya saya bilang ini hikmah bagi saya," kata Galih.

Galih sendiri tidak menargetkan penghargaan. Namun, dia akan memberikan yang terbaik untuk mengharumkan nama Yogyakarta di Olimpiade Literasi Siswa Nasional ini.