Mari Gairahkan Pembinaan Olahraga di Sekolah!

O2SN

Trilogy pertama Star Wars dimulai dari episode 4, 5 dan 6

Photo: star wars trilogy

O2SN, Yogyakarta – Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 tahun 2003 Pasal 37 ayat (1) menyatakan bahwa “Kurikulum pendidikan dasar dan menengah wajib memuat: pendidikan agama; pendidikan kewarganegaraan; bahasa; matematika; ilmu pengetahuan alam; ilmu pengetahuan sosial; seni dan budaya; pendidikan jasmani dan olahraga; keterampilan/kejuruan; dan muatan lokal.

Olahraga juga menjadi kata yang menyatukan tri pusat pendidikan (sekolah, keluarga, masyarakat) untuk berkontribusi. Olahraga memang memerlukan kerja sama dari berbagai pihak.

“Oleh karena itu pada kesempatan baik ini saya betul-betul berharap kepada kepala sekolah dan guru, marilah kita sebarkan, kita upayakan, gairahkan pembinaan olahraga di sekolah-sekolah kita. Mulai dari SD, SMP, SMA, SMK, SLB. Mulai dari klub-klub olahraga, kelas-kelas olahraga. Marilah kita upayakan potensi anak-anak kita ini dapat kita kembangkan seoptimal mungkin,” pesan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Dirjen Dikdasmen Kemendikbud) Hamid Muhammad pada Upacara Penutupan O2SN 2018 di GOR Among Rogo, Jumat malam (21/9/2018).

Ajang O2SN juga menjadi wahana yang tepat untuk bekerja sama dengan Pengurus Besar (PB) cabang-cabang olahraga. Seperti diketahui O2SN mempertandingkan 9 cabang olahraga yakni Atletik, Bulu Tangkis, Catur, Karate, Pencak Silat, Renang, Senam, Bocce, dan Balap Kursi Roda.

“Kepada para pengurus cabang-cabang olahraga, di bawah KONI, kami berharap anak-anak kita yang terbaik ini bisa terus dikembangkan, dipupuk dan dilatih agar mereka nanti bisa menjadi atlet-atlet nasional yang terbaik,” ujar Hamid Muhammad saat memberikan sambutan di Upacara Penutupan O2SN 2018.

“Sehingga anak-anak kita yang kita pupuk sedari sekolah melalui O2SN bisa menjadi bibit-bibit terbaik bagi atlet-atlet nasional kita. Mudah-mudahan dengan raihan Asian Games yang lalu kita menjadi peringkat keempat merupakan kebanggaan kita semuanya. Mudah-mudahan adik-adik kita yang menang dan mengikuti O2SN ini terus bisa berkibar meraih prestasi yang lebih bagus ke depan melalui pertandingan-pertandingan yang membanggakan kita semuanya,” tambahnya.

Kerja Sama Apik dengan Pihak Pemerintah Provinsi DI Yogyakarta

Penyelenggaraan O2SN ke-XI ini tak dapat dilepaskan dari kerja sama apik antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan pihak pemerintah provinsi DI Yogyakarta.

“Kita akan mengakhiri O2SN tahun 2018 yang dilaksanakan selama seminggu di Yogyakarta ini dan saya yakin kepada adik-adik semuanya para peserta bisa melihat apa yang kalian alami di Yogyakarta ini, kota yang penuh seni, penuh budaya, dan juga dikenal sebagai provinsi pendidikan,” jelas Hamid Muhammad.

“Kami atas nama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya khususnya kepada Bapak Gubernur Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang sudah memfasilitasi penyelenggaraan O2SN 2018 ini dengan baik. Dan juga kepada semua kepala dinas yang telah mengkoordinasikan kegiatan ini, mulai dari tingkat sekolah, kabupaten/kota, sampai tingkat provinsi, sampai mengirimkan anak-anak kita ke Yogyakarta ini,” imbuhnya.

Memeratakan Prestasi Olahraga di Seluruh Indonesia

Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tak sekadar mengkompetisikan siapa yang tercepat, terkuat, tertinggi; melainkan juga menjadi ajang pertemuan seluruh anak bangsa pecinta olahraga dari Sabang sampai Merauke.

“Tetapi yang paling penting adalah bagaimana kita merekatkan rasa nasionalisme, rasa kebersamaan, rasa kebangsaan antaranak-anak kita di seluruh Indonesia ini,” jelas Dirjen Dikdasmen Kemendikbud Hamid Muhammad.

Dalam kesempatan tersebut, sebelum secara resmi diumumkan siapa kiranya Juara Umum O2SN Tahun 2018, Hamid Muhammad telah memberi kisi-kisi. Ia pun merespons positif hal tersebut sebagai semakin meratanya prestasi olahraga di negeri ini.

“Tahun ini pemegang juara umum nampaknya akan bergeser. Dari yang selama ini kita kenal, akan bergeser ke tempat lain yang selama ini kita tidak sangka. Dan alhamdulillah ini merupakan bagian dari upaya kita untuk memeratakan prestasi olahraga kita di seluruh Indonesia,” ujar Hamid Muhammad.

“Saya juga mendengar bahwa sebagian emas yang diperoleh oleh anak-anak kita mulai tersebar ke luar pulau Jawa. Dan ini yang kita harapkan ke depan, semakin banyak anak-anak kita yang berprestasi darimana pun juga, dari seluruh Indonesia yang bisa menampilkan prestasi-prestasi terbaik dari anak-anak kita,” tambahnya.

Atlet Muda Siap Berkompetisi di Tingkat Internasional

Ajang O2SN pada cabang olahraga karate merupakan wadah untuk menyeleksi atlet muda yang dikirimkan ke tingkat internasional. Untuk atlet muda jenjang SMP pada tiga tahun terakhir, Tim Indonesia SMP selalu berhasil meraih prestasi membanggakan. Pada The 29th Coupe Internationale de Kayl (tahun 2015) dengan perolehan 4 medali emas, 2 medali perak, 5 medali perunggu. Pada The 7th Basel Open Masters (BOM 2016) (tahun 2016) dengan perolehan 6 medali emas, 3 medali perak, 3 medali perunggu. Pada The 31st Coupe Internationale de Kayl 2017 (tahun 2017) dengan perolehan 4 medali emas, 3 medali perak, dan 2 medali perunggu.

“O2SN ini tidak hanya berhenti di tingkat nasional Ada 1 cabang olahraga yang selalu kita kirimkan ke tingkat internasional yaitu cabang karate. Tahun ini para pemenang karate, mulai dari tingkat SD, SMP, SMA akan bertanding di kejuaraan karate internasional di Belgia. Rencananya minggu ketiga bulan November. Dan inilah satu-satunya cabang olahraga yang bisa kita kirim ke tingkat internasional. Dan alhamdulillah setiap tahun, anak-anak kita tidak mengecewakan. Banyak anak-anak kita yang bisa meraih medali emas dan perak di tingkat internasional ini,” terang Dirjen Dikdasmen Kemendikbud Hamid Muhammad.

“Mudah-mudahan nanti cabang-cabang lain dapat kita upayakan untuk mengikuti kejuaraan tingkat internasional ini. Mudah-mudahan upaya ini bisa kita upayakan ke depan,” harapnya.

Berprestasi dan Berkarakter

Olahraga adalah sarana strategis untuk membentuk kebugaran raga dan membentuk pribadi yang sportif. O2SN juga tak dapat dilepaskan dari amanah Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter.

“O2SN ini merupakan puncak-puncak prestasi anak-anak kita dari seluruh Indonesia yang tujuannya kita ingin anak-anak kita ini bisa menampilkan prestasi masing-masing, potensi masing-masing, bakat masing-masing, sehingga mereka bisa menyumbangkan yang terbaik sebagai bagian dari prestasi anak-anak kita dan sekolah-sekolah kita, tetapi yang paling penting sebenarnya selain menampilkan puncak prestasi, juga menanamkan masalah pendidikan karakter,” kata Dirjen Dikdasmen Kemendikbud Hamid Muhammad pada Upacara Penutupan O2SN 2018 di GOR Among Rogo, Jumat malam (21/9/2018).