Resep Sukses di Lomba Penelitian Tingkat Nasional & Internasional

INTERNASIONAL

Trilogy pertama Star Wars dimulai dari episode 4, 5 dan 6

Photo: star wars trilogy

Internasional – Ajang Lomba Penelitian Siswa Nasional (LPSN) ke depannya diyakini semakin prestisius dan bergengsi. Hal tersebut tak terlepas dari terobosan gerak cepat yang dilakukan Direktorat Pembinaan SMP tahun ini dengan mengirimkan para juara LPSN ke lomba tingkat internasional. Para peraih medali di tiga bidang LPSN Tahun 2017 yakni Ilmu Pengetahuan Sosial Kemanusiaan, dan Seni; Ilmu Pengetahuan Alam dan Lingkungan; Ilmu Pengetahuan Teknik dan Rekayasa dikirim ke Expo Science Mexico 2017.

Salah satu tim yang dikirim yakni Muhammad Hanif Wicaksono dan Muhammad Raditya Rizqia Ramadhan membawakan judul Green Mussels waste as Adsorbent of Toxic Gas from Volcanoes. Mereka mengikuti Expo Science Mexico 2017 di bidang Environmental Science tentang pemanfaatan limbah kerang hijau sebagai penyerap gas beracun gunung berapi sebagai kajian penelitian siswa dari SMPN 5 Yogyakarta ini.

Alhamdulillah ini suatu kesempatan yang sangat berharga bagi anak-anak kami sudah diberi kesempatan untuk bisa bersaing di kancah internasional. Tahun ini secara resmi pemerintah telah mengakomodir untuk LPSN bisa dikirim ke internasional. Ini suatu hal yang sangat positif. Sehingga pembinaan-pembinaan yang akan datang punya orientasi sampai tingkat internasional,” kata guru IPA SMPN 5 Yogyakarta, Abdurrahman di Terminal 3 bandar udara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Senin malam (11/12).

Untuk persiapan di Expo Science Mexico 2017, Direktorat Pembinaan SMP Kemdikbud RI menjalin kerja sama dengan Center for Young Scientists dengan melakukan training center sebanyak dua kali. Sementara itu menurut Abdurrahman yang menjadi guru pembimbing kontingen Indonesia di ajang International RMC Young Scientists Conference & Exhibition Tahun 2017 di Malaysia, untuk level internasional perlu diperhatikan mengenai ketentuan yang ada dan persiapan bahasa.

“Untuk lomba di tingkat nasional dan internasional secara content hampir sama. Cuma memang ke internasional kita mengikuti selera yang akan kita tuju. Kalau LPSN seleranya seperti gini. Kalau di luar seleranya seperti ini. Nah itu yang butuh penyesuaian-penyesuaian seperti gitu. Dari ketentuan masing-masing lomba dapat diketahui mengenai selera. Misalnya banner-nya harus seperti gini. Susunan abstraksinya harus seperti gini. Itu kan beda-beda. Nah itu yang kita perlu menyesuaikan dan itu yang kita perlu belajar dan berlatih,” beber Abdurrahman.

“Terutama juga persoalan bahasa. Anak-anak harus kita latih. Membahasakan bahasa Inggris untuk yang ilmiah. Itu yang penting,” imbuhnya.

Expo Science Mexico 2017 diikuti lebih dari 1.400 peserta dengan 11 negara peserta, yakni: Indonesia, Italia, Chili, Afrika Selatan, Paraguay, Brasil, Argentina, Rusia, Meksiko, Ekuador, dan Kolombia. Peserta menampilkan hasil penelitiannya melalui poster ilmiah yang dievaluasi selama dua hari melalui tanya jawab dengan dewan juri. Terkait poster ilmiah, Abdurrahman pernah punya pengalaman manis di ajang International RMC Young Scientists Conference & Exhibition, dimana anak asuhnya berhasil memenangkan poster ilmiah terbaik.

“Poster ilmiah itu maksudnya kita mengaktualisasikan dari sekian banyak halaman riset itu ke dalam satu poster. Melalui itu orang bisa melihat apa yang sudah kita lakukan. Poster ilmiah ini orang melihat itu harus punya daya tarik. Jadi diibaratkan kita menjual barang itu harus barang itu punya daya tarik. Daya tarik yang informatif. Kalau lihat posternya sudah ruwet kan orang mana tertarik. Kalau posternya menarik, kan orang yang tidak ingin, jadi punya rasa ingin tahu juga,” pungkas Abdurrahman yang tangan dinginnya turut membawa wakil dari SMP Negeri 5 Yogyakarta meraih 2 medali emas dan 1 medali perak di LPSN SMP Tahun 2017.