Nasional- Sebagai pelatih harus mampu mengajarkan organisasi permainan dalam bermain sepakbola. Hal ini sangat penting dilakukan agar serangan-serangan yang dilakukan lebih efektif dan membuahkan hasil.

Demikian disampaikan oleh salah satu instruktur Pelatihan Pelatih Sepakbola Lisensi D Bagi Guru Penjasorkes SMP, Philip Hansen Maramis saat memberikan arahan pada sesi latihan praktek fase pengembangan skill 10-13 tahun, First Touch di POR PELITA Sawangan, Rabu (12/12/2018).

Hansen mengatakan jika permainan tidak menerapkan organasisi dengan baik maka seluruh pemain akan mengalami keletihan fisik. Sebab, mereka tidak mengerti bola mau diarahkan kemana dan tujuannya kemana.

“Kalau main asal-asalan dan sendiri-sendiri baru 5 menit nafas sudah ngos-ngosan,” ujarnya.

Lebih lanjut dia mengatakan jika melihat permainan sepakbola yang sudah melakukan organisasi permainan dengan benar maka jarang sekali melihat para pemainnya meresa keletihan yang payah. Sebab, semua pemain terlibat aktif dan menyusunan serangan dengan rapi dengan melibatkan semua pemian.

“Jika ini dilakukan jarang pemainan yang nafasnya terdengar dari jauh,” katanya.

Maka itu, pada pelatihan pelatih lisensi D ini bertujuan agar para calon pelatih ini bisa menerapkan organisasi sepakbola saat memberikan pelatihan di daerah masing-masing. Ini harus dilakukan agar sepakbola Indonesia kedepan diisi oleh pemain-pemain yang memiliki teknik dan mampu menjalankan organisasi permainan dengan benar.

“Sebagai pelatih harus bisa mengarahkan agar anak-anak tahu posisi mereka masing-masing. Dan bermain secara terorganisir, sehingga permainan terlihat lebih indah dan tidak membuat para pemain letih,” katanya.

Comments