Nasional -  Sebagai pelatih harus memiliki ukuran tersendiri dalam memberikan latihan kepada pemain. Misalnya, saat melatih anak usia 6-9 tahun atau 10-13 tahun pada latihan fisik harus sesuai dengan kapasitas kemampuan anak-anak.

Demikian pesan yang disampaikan salah satu instruktur Pelatihan Pelatih Sepakbola Lisensi D Bagi Guru Penjasorkes SMP,  Satia Bagdja Ijatna saat memberikan arahan pada sesi latihan praktek prinsip defending dan attacking di POR PELITA Sawangan, Selasa (11/12/2018).

Satia mengatakan pada saat memberikan latihan kepada mereka jangan terlalu menekankan kepada latihan fisik. Tapi, pada fase-fase inilah yang paling ditekankan adalah mengajarkan teknik-teknik bermain bola secara benar. Sehingga ke depannya mereka sudah terbiasa bermain dengan menggunakan teknik.

“Yang harus ditekankan dalam melatih usia anak-anak yang paling utama adalah bagaimana membuat mereka lincah dan teknik mereka benar,” katanya.

Lebih lanjut dia berpesan dalam melakukan pembinaan anak se usia mereka yang harus ditekankan adalah bagaimana mengutakan pengetahuan tentang performa bukan malah menekankan pengetahuan tentang hasil.

“Saya ingatkan sekali lagi nanti kalau bapak-bapak pulang ke daerah saat melatih jangan mengejar tim yang bapak latih juara. Tapi yang paling bapak tekankan bagaimana performa yang mereka lakukan saat latihan (teknik). Jika teknik sudah benar maka juara akan mengikuti dengan sendiri,” jelasnya.

Maka itu, dia sangat berharap apa yang telah diajarkan pada pelatihan pelatih sepakbola lisensi D ini seluruh peserta bisa menerapkannya di daerah masing-masing. Sehingga, mereka mengajarkan teknik-teknik yang telah diajarkan di pelatihan ini.

“Jangan lupa. Apa yang sudah diajarkan di sini dipraktekan. Jangan malah melatih semaunya sendiri,”ujarnya.

Comments