Nasional – Sebagai pelatih harus berbicara jujur kepada pemain. Ungkapkan kesalahan yang sudah dilakukan kepada pemain apa adanya, bukan memanipulasi kesalahan yang dilakukan pemain.

Hal ini disampaikan  salah satu instruktur Pelatihan Pelatih Sepakbola Lisensi D Bagi Guru Penjasorkes SMP,  Satia Bagdja Ijatna saat memberikan arahan pada sesi latihan praktek prinsip defending dan attacking di POR PELITA Sawangan, Selasa (11/12/2018).

Dia mengambil contoh misalnya saat melakukan sesi latihan, ada pemain melakukan kesalahan ini harus langsung diberhentikan. Hal ini bertujuan agar pemain mengerti apa yang sudah mereka lakukan tidak sesuai dengan teknik yang diajarkan.

“Tapi saat menghentikan, pelatih harus jujur bicara apa ada adanya. Jangan memanipulasi kesalahan pemain. Ungkapkan kesalahan yang benar-benar dilakukan, bukan memanipulasinya. Sehingga pemain benar-benar tahu kesalahan yang sudah dilakukan,” ujarnya.

Lebih lanjut dia juga memberikan pesan kepada seluruh peserta agar menjadi pelatih yang baik. Pelatih yang baik itu adalah pelatih yang mampu mentransformasikan ilmunya kepada seluruh pemain. Hal ini sangat penting, agar seluruh ilmu yang diberikan benar-benar diserap oleh para pemain. Sehingga antara terori dan praktek sejalan.

“Kadang ada pelatih yang kurang baik dalam berkomunikasi dengan baik sehingga salah menangkap pesan yang disampaikan pelatih,” ujarnya.

Comments