Nasional –  Dalam permainan sepakbola ada tiga moment, yaitu attacking (menyerang), defending (bertahan) dan transisi. Jika ingin memenangkan pertandingan seluruh tim harus bisa menguasi tiga momen ini.

Demikian disampaikan salah satu instruktur Pelatihan Pelatih Sepakbola Lisensi D Bagi Guru Penjasorkes SMP, Yudi Suryata kepada Tim Media Center di sela-sela latihan praktek prinsip defending dan attacking di POR PELITA Sawangan, Selasa (11/12/2018).

Yudi menjelaskan saat pemain menguasai bola harus menyusun langkah-langkah untuk melakukan attacking. Saat melakukan serangan pemain harus mampu memanfaatkan lebar lapangan (width) dan memanfaatkan panjang lapangan (depth).

“Kalau menyerang harus memanfaatkan lebar dan panjang lapangan karena lawan akan selalu berusa compek atau mengecil. Ini bertujuan menarik lawan keluar. Maka  harus ditarik keluar sehingga bola akan menjauh dari lawan dan  semakin merenggang. Ini bertujuan  agar kita bisa memberikan bola-bola progres ke depan,” jelasnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan apabila bola berhasil direbut lawan, pemain harus cepat melakukan transisi (transisi negative). Dalam posisi ini posisi pemain semakin mengecil atau merapat.

Pada posisi inilah pemain sedang melakukan defending. Saat posisi ini pemain yang paling dekat dengan lawan harus memberikan tekanan kepada lawan (presser) sehingga lawan tidak bebas bergerak untuk melakukan serangan. Sedangkan  orang keduanya harus memberikan cover. Sementara itu untuk defendernya harus melakukan keseimbangan (balancing).

“Pada kosisi pemain harus kosentrasi serta mampu mengontrol semuanya dengan melakukan antisipasi siapa tau lawan tiba –tiba melakukan serangan,” jelasnya.

Yudi mengatakan pada praktek ini seluruh peserta diajarkan teknik-teknik bagaimana melakukan tiga moment dengan secara benar.  “Pada praktek ini misalnya pada latihan bertahan kita berlatih 1 v 1- 2 v 2, 1v2, 2v1. Pada latihan menyerang juga sama 1v1, 2v2, 1v2, 2v1, 4 v2,” jelasnya.

Dia berharap dengan praktek ini seluruh peserta bisa menerapkan di daerahnya masing-masing. Sehingga peserta didik yang dilatihnya mampu melakukan teknik dengan bener dan bisa menerapkan organisasi saat bermain.

“Semoga yang telah diajarkan disini bisa dipraktekan nanti saat mereka melatih,” ujarnya.

Comments