Nasional – Semangat memajukan sepakbola di Indonesia menjadi tugas bersama. Guru Penjasorkes juga memiliki peran sebab dari sekolah-sekolah akan melahirkan pemain bintang sepakbola Indonesia.

Tentunya hal tersebut tidak semudah membalikkan telapak tangan. Maka itu, dengan adanya Pelatihan Pelatih Sepakbola Lisensi D bagi guru Penjasorkes SMP merupakan upaya posif untuk mengubah wajah sepakbola nasional lebih baik.

Hal ini disampaikan oleh salah satu peserta Pelatihan Pelatih Sepakbola Lisensi D,  Sofyan Haerudin usai mengikuti praktek Fun Phase atau Fase Kegembiraan untuk usia 6 sampai 9 tahun di POR PELITA Sawangan, Senin (10/12/2018).

“Pelatihan yang dilakukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan bekerjasama dengan PSSI mengadakan Lisensi D nasional sangat luar biasa. Ini merupakan pondasi awal untuk persepakbolaan masa depan Indonesia,” katanya.

Pelatihan ini sangatlah penting. Sebab, disinilah para calon pelatih berlisensi D ini mendapatkan ilmu yang sangat berharga yang sudah diberikan para instruktur. Misalnya dalam latihan praktek diajarkan dari dasar hingga perkembangan teknik-teknik permainan sepakbola.

“Fase-fase latihan yang diberikan oleh instruktur dari PSSI merupakan teknik-teknik dasar yang nantinya akan diterapkan setelah kembali ke daerah , mulai dari teknik dasar dribbling, passing, shooting, heading kami dapatkan di pelatihan ini,” jelasnya.

Maka itu guru SMP N 18  Makassar, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan ini kembali lagi menegaskan pelitihan ini sangat bermanfaat bagi dirinya dan para peserta yang mengikuti pelatihan ini. Dan dia sangat berharap semua peserta setelah kembali daerah masing-masing menjalankan dan mengajarkan ilmu dan pengalaman yang sudah didapat.  

“Ini sangat bermanfaat sekali dan jangan berhenti disini. Kami mengharapkan teman-teman ketika kembali ke daerah masing-masing betul-betul memanfaatkan ilmu yang sudah didapat dari pelatihan ini . Mengapa demikian ? ini merupakan fondasi awal tentang filosofi sepakbola Indonesia bahwa kita harus menerapkan sistem sepakbola yang secara kolektevitas semua harus bekerja dan bertanggung jawab dalam permainan,” jelasnya.

Dan baginya dengan mendapatkan praktek tentang fase kebahagian untuk anak usia 6 sampai 9 tahun ini menjadi pengalaman yang berharga. Sehingga kedapan dirinya memiliki bekal untuk melatih anak-anak.

“Ini merupakan Pondasi awal. Sehingga saat mengajarkan ini anak-anak bisa secara mudah dan senang  dalam menerapkan pola dasar dan teknik dasar  dalam bermain sepakbola,” tutupnya.

Comments