Nasional -  Kemajuan dunia olahraga di suatu bangsa tidak hanya ditentukan oleh para atlet-atletnya. Tapi kemajuan olahraga juga harus ditopang dengan kegiatan-kegiatan penelitan.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Sport Sains Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Lilik Sudarwati saat memberikan materi kepada peserta Pelatihan Pelatih Sepakbola Lisensi D di POR PELITA, Sawangan, Senin (10/12/2018).

Maka itu, dia sangat berharap di masa-masa yang akan datang di Indonesia menjadikan penelitian menjadi tulang punggung kemajuan olahraga Indonesia. Sebab, hal seperti ini sudah dilakukan oleh negara-negara maju lainnya.

“Negara maju sudah melakukan penelitian untuk olahraga. Semoga Indonesia juga bisa melakukan itu,” ujarnya.

Lilik mencontohkan, misalnya di China untuk meningkatkan kemajuan olahraga bulutangkis, China sampai melakukan penelitian tentang pemian Indonesia, yakni Taufik Hidayat. Mengapa Taufik Hidayat? Sebab pemain asal Indonesia memiliki keunggulan sendiri dalam bermain bulutangkis. Misalnya dalam melakukan smash, dia mampu melakukannya dengan sangat keras sekali.

“Kalau Taufik Hidayat main ini menjadi bahan penelitian bagi negara China. Sebab pukulan smash sangat keras. Inilah yang mereka ingin mengetahui mengapa taufik bisa melakukannya seperti itu,” ujarnya.

Maka takheran, jika Taufik bermain baik di China dan Eropa lapangan selalu penuh sesak. Sebab, mereka ingin menyaksikan langsung bagaimana Taufik Hidayat bermain. “Taufik merupakan atlet bulutangkis asal Indonesia yang berbeda dari yang lain,” imbuhnya.

Maka itu, dia sangat berharap di Indonesia tidak hanya terus menyiapkan atlet-atlet yang unggul. Tapi kedepan Indonesia harus berfikir jauh kedepan menjadikan penelitian sebagai tulang punggung kemajuan olahraga di Indonesia.

“Sebab dari penelitian ini kita akan melihat keunggulan dan kelemahan dari pemain-pemain kita. Dan bisa membuat langkah-langkah kongrit untuk memajukan olahraga di Indonesia,” ujarnya.

Comments