Penyusunan Instrumen AKSI 2019

Jakarta – Memasuki hari ketiga menyusun instrument Asesmen Kompetensi Siswa Indonesia (AKSI) 2019 di Hotel Horison, Ciledug.

Rendahnya mutu Pendidikan ini dapat terlihat dari berbagai indicator  mikro, seperti hasil study Trends International Mathematic and Science Study (TIMSS) juga Programme for International Student  Assessment (PSIA). Kedepannya para guru akan memiliki pengetahuan, pemahaman dan keterampilan yang memadai dalam mengembangkan menyusun perangkat instrument Asesmen Kompetensi Siswa Indonesia untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP).

AKSI merupakan bentuk penilaian eksternal  yang terstandar dan didesain untuk mengukur literasi, numerasi, literasi sains dari siswa dengan kompetensi. AKSI merupakan survey yang menaungi kegiatan pemantauan mutu pendidikan secara nasional yang bertujuan untuk memperoleh data serta bukti-bukti yang valid tentang pencapaian kompetensi siswa serta factor-faktor yang berperan dalam pencapaian tersebut. Data serta bukti tersebut diharapkan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan dan program untuk meningkatkan kualitas pembelajaran secara khusus dan mutu Pendidikan secara umum.

Melalui Bimbingan Teknis Pengembangan Insrumen Asesmen Kompetensi Siswa Indonesia (AKSI) tingkat SMP bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun stimulus dan mengembangkan level kognitif yang berbeda.

Salah satu tanggapan peseta Bimbingan Teknis AKSI 2019

Lili Sartono S.Pd.M.Pd selaku peserta dari Bogor, Jawa Barat membagikan perasaanya “Merupakan suatu kebanggaan bagi saya dan saya merasa senang mendapatkan kesempatan mengikuti kegiatan AKSI 2019 karena ini adalah pengalaman baru bagi saya mengikuti AKSI. Awalnya saya merasa ragu untuk mengikuti kegiatan ini karena yang terbayang dalam pikiran saya, ini pasti akan ribet karena menggunakan aplikasi dll, tetapi kegiatan ini membuat saya semakin penasaran. Sebab itu, sehari sebelumnya saya mencari-cari informasi tentang AKSI (Asesmen Kompetensi Siswa Indonesia) yang merupakan pengembangan instrument penilaian, yang untuk melatih cara membuat soal. Setelah mengikuti proses kegiatan ini saya merasa dipacu untuk membuat soal yang tidak rutin dari biasanya, soal-soal yang membutuhkan penalaran siswa untuk dapat menjawab soal yang disajikan nantinya. Siswa akan dilatih serta diberikan motivasi”.

Baca Juga  Peraih “The Best Experiment” Ganang Si Kutu Buku

Harapan Bapak Lili Sartono S.Pd.M.Pd yaitu “Semoga bermanfaat bagi diri saya dan dapat meningkatkan prestasi siswa melalui keterampilan dalam membuat Asesmen untuk kompetensi siswa. Serta semoga saya dapat mengikuti kegiatan ini dan juga membawa teman-teman sesame guru. Agar lebih mengetahui instrument penilaian menguji kemampuan siswa”.

Berdasar pada keadaan tersebut, Direktorat Pembinaan SMP melalui kegiatan Penilaian dan Pembinaan SMP Satu Atap melakukan Bimbingan Teknis Asesmen Kompetensi Siswa Indonesia (AKSI) pada tahun anggaran 2019 religion  Jakarta yang berlangsung tanggal 22 -26 Oktober 2019. Bagi guru 3 (tiga) mata pelajaran meliputi; Matematika, IPA dan Bahasa Indonesia didalam mengembangkan dan menyusun Perangkat Instrumen Asesmen Kompetensi Siswa Indonesia (AKSI) tingkat SMP.

Penulis : Rizka Dwi Jayanti

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top