Penyusunan Buku (NSPK) Bidang Peserta Didik

Dilihat: 337

Tahun 2020 Bidang Peserta Didik Direktorat SMP sedang fokus untuk menyiapkan NSPK. Ada 5 macam buku diantaranya 3 buku tentang Ekstrakurikuler yaitu OSIS, Futsal, Pramuka & 2 buku tentang Lifeskill yaitu Kecakapan Komunikasi & Media Sosial.

Dalam menyusun NSPK (Norma, Standar, Prosedur dan Kriteria) ini, Koordinator Bidang Peserta Didik beserta Tim dibantu oleh para Narasumber dari Universitas ternama dan Guru yang ahli di bidangnya masing-masing. Selain itu juga, Tim beserta Narasumber juga memberikan 5 macam kuesioner responden untuk siswa, guru dan orangtua siswa ke sekolah yang sudah kami tentukan. Kuesioner ini bertujuan untuk mengetahui hasil minat dan bakat peserta didik di bidang non-akademik.

Proses pembelajaran akan lebih efektif apabila ditunjang dengan kondisi kesehatan dan daya kreativitas siswa yang baik. Untuk mendukung daya kreativitas yang ada pada diri siswa, maka satuan unit pembelajaran harus memberikan wadah yang dapat mengembangkan bakat siswa. Banyak berbagai wadah yang bisa dibuat oleh sekolah misalnya dengan menyelenggarakan berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Ekstrakurikuler adalah kegiatan yang dilakukan oleh siswa di luar kegiatan jam belajar sekolah.

Buku NSPK Ekstrakurikuler yang pertama ialah OSIS. OSIS kepanjangan dari Organisasi Siswa Intra Sekolah. OSIS merupakan suatu organisasi sekolah yang terdiri dari Pembina Osis dan para Pengurus Osis yang bersama-sama melakukan suatu kegiatan sekolah demi tercapainya suatu tujuan.

Pembina Osis bertanggungjawab atas seluruh pengelolaan, pembinaan, dan pengembangan Osis di sekolahnya, sedangkan Pengurus Osis bertugas untuk menyusun dan melaksanakan program kegiatan sekolah dan memberikan laporan pertanggungjawaban kepada Pembina Osis.

Salah satu program dari Mendikbud adalah Program Organisasi Sekolah Penggerak dan Siswa Penggerak. Penyusunan Buku Panduan OSIS juga mengacu ke program Mendikbud yangmana OSIS bisa menjadi ruang untuk lahirnya Siswa Penggerak yang dapat meggerakkan siswa lainnya untuk memiliki jiwa kepemimpinan.

Buku NSPK Ekstrakurikuler kedua ialah Futsal. Futsal banyak digemari oleh siswa karena permainan ini bisa dimainkan dilapangan yang tidak terlalu luas, dilakukan dengan cara menendang/menyundul bola dan dimainkan oleh dua tim yang masing-masing regu terdiri dari lima orang.

Tujuan umum dari pengembangan program ekskul futsal yakni untuk menyalurkan bakat dan minat siswa di bidang olahraga futsal, menanamkan sikap sportivitas pada diri siswa dalam bermain futsal, dan meningkatkan kesehatan jasmani siswa.

Adapun konsep futsal yang disusun didalam buku panduan meliputi komposisi bermain futsal, waktu permainan futsal, perlengkapan bermain futsal, ukuran lapangan fusal, dan teknik dasar bermain futsal.

Buku NSPK Ekstrakurikuler ketiga ialah Pramuka. Dalam Permendikbud No. 63 Tahun 2014, Pendidikan Kepramukaan merupakan salah satu ekstrakurikuler wajib disekolah yang harus diikuti oleh siswa. Pengelola kegiatan Kepramukaan terdiri dari Kepala Sekolah, Guru kelas yang mempunyai sertifikat mahir dasar, dan Pembina Pramuka.

Baca Juga  Semangat Belajar CLC Borneo Samudera

Dalam penerapan ekstrakurikuler wajib pendidikan kepramukaan menggunakan sistem model blok yang dikemas dalam kegiatan perkemahan, bersifat wajib bagi seluruh siswa, dan dilaksanakan di awal tahun pembelajaran. Muatan materi kegiatan blok meliputi materi pelajaran, orientasi Pendidikan Kepramukaan, dan penumbuhan budi pekerti.

Pendidikan Kepramukaan juga merupakan proses pembentukan penguatan pendidikan karakter siswa dialam Spriritual, Emosional, Sosial, Intelektual, dan Fisik. Kwartir Nasional telah melakukan lomba pramuka berjenjang dimulai dari tingkat kecamatan, tingkat kabupaten, tingkat provinsi, tingkat nasional, bahkan sampai tingkat internasional.

Penyusunan buku Panduan Pramuka diharapkan dapat memberikan gambaran Ekstrakurikuler Wajib Pendidikan Kepramukaan secara nyata agar dapat diimplementasikan dengan baik oleh pemangku pendidikan, baik unsur Dinas Pendidikan, Kepala Sekolah, Guru, dan Tenaga Kependidikan, untuk memberikan pedoman yang jelas, dan merupakan acuan bagi pelaksana Ekstrakurikuler Wajib Pendidikan Kepramukaan.

Penyusunan buku NSPK selanjutnya yakni berkaitan dengan lifeskill: Media Sosial. Adapun didalam buku media sosial khusus siswa berisi tentang media sosial apa yang sering digunakan oleh peserta didik, lama waktu peserta didik bermain media sosial, dimana saja peserta didik bermain media sosial, alasan peserta didik bermain media sosial, dan bagaimana peserta didik dapat memanfaatkan media sosial. Buku panduan media sosial juga berlaku untuk orangtua siswa untuk memantau anakanya dalam menggunakan media sosial.

Penyusunan buku Media Sosial ini dibuat bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang UU ITE (Informasi & Transaksi Elektronik) kepada siswa dalam menggunakan media sosial secara bijak serta memberikan pengaruh positif dan negatif dalam menggunakan media sosial.

Penyusunan buku NSPK selanjutnya yakni berkaitan dengan lifeskill: Kecakapan Komunikasi. Komunikasi adalah suatu media yang digunakan oleh individu sebagai makhluk sosial. Komunikasi dapat mempermudah individu dalam berinteraksi dengan orang lain. Tata bahasa juga memiliki aturan dalam mengatur setiap penutur agar dapat berbicara menggunakan bahasa secara baik dan benar yang dpaat dimengerti dan dipahami apa yang dibicarakan.

Kecakapan berkomunikasi bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang tata bahasa yang baik dan benar dalam pergaulan antar lingkungan sekolah, Orang tua dan Masyarakat, dapat memberikan pengaruh positif dan negatif dalam berkomunikasi, serta Peserta didik dapat mengunakan kecakapan berkomunikasi untuk pengembangan kompetensi baik di bidang akademik maupun non akademik (seperti lomba literasi, pidato dll).

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top