Pembukaan Rakor Program Direktorat Pembinaan SMP Tahun 2020 – Region Jakarta

Jakarta – Rapat Koordinasi & Sosialisasi Program SMP Tahun 2020 Region Jakarta diselenggarakan pada 28-29 November 2019 di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat. Rakor  ini merupakan Rakor Region terakhir dari 4 region yang dilaksanakan yang sebelumnya di Makassar, Surabaya, Semarang dan Jakarta. Sejumlah 174 peserta yang di undang pada Rakor ini diantaranya 163 dari Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan 11 peserta berasal dari LPMP. Seluruh peserta pada region ini berasal dari Provinsi Aceh, Bengkulu, Jambi, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Papua, Papua Barat.

Pembukaan acara diawali dengan laporan panitia oleh Kasubdit Program dan Evaluasi Pembinaan SMP, Bapak Eko Susanto SE, M. Si. Beliau menuturkan  “Serangkaian acara pada Rapat Koordinasi ini diantaranya mensosialisasikan dan mengkoordinasikan Program Direktorat Pembinaan SMP tahun 2020, mengevaluasi Program BOS dan DAK Tahun 2019 termasuk evaluasi pelaksanaan BOS Afirmasi dan Kinerja, Rancangan Program BOS dan DAK Tahun 2020 dan ada beberapa program lainnya yang akan disampaikan secara teknis oleh masing-masing Subdit.”

Direktur Pembinaan SMP Dr. Poppy Dewi Puspitawati, MA. membuka secara resmi Rapat Koordinasi & Sosialisasi Program SMP Tahun 2020. Beliau menyampaikan bahwa “Kegiatan ini harapannya tidak hanya merencanakan program di tahun 2020 tapi juga bapak/ibu mendiskusikan apa yang direncanakan di 2018, apakah berjalan lancar dari yang dijalankan di 2019 ini dan apakah ada kendala, mudah-mudahan kendala sudah ada solusinya dan ini bisa dijadikan sebagai Sharing Best Practices dari masing-masing Kabupaten/Kota atau Provinsi, sehingga mudah-mudahan pada saatnya nanti kita melaksanakan program 2020 tidak terjadi hal yang sama.”

“Intinya kita tetap bahwa kalau sebelumnya mutu itu dilihat dengan keterampilan abad 21 yang sudah cukup lama didengungkan. Sekarang di era revolusi industri ini perlu ditambahkan kemampuan memanfaatkan IT atau computing. Literasi baca tulis sampai literasi digital diperlukan karena karir yang ada saat ini atau di masa lalu sudah sebagian tergantikan oleh Artificial Intelligence (Kecerdasan Buatan) ataupun robot. Keterampilan, dan keahlian tidak cukup dengan baca tulis saja harus dibekali dengan berpikir kritis. Artinya guru-gurunya juga harus disiapkan untuk terus belajar memanfaatkan teknologi baik sebagai sumber ataupun media pembelajaran. Guru tetap memegang kunci utama dan memegang kendali utama.” pesan Bu Direktur.

Baca Juga  Pemodelan Pembelajaran Inovatif Matematika

Silahkan lihat lengkap foto kegiatan Rakor di menu Galeri – Foto

Penulis : Zia Zelina
Foto : Adinda Ayu Fatimah

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top