Mengenal lebih dekat SMP Terbuka 2 Gadingrejo

SMP Terbuka yang ada di Kota Pasuruan telah menapaki jejak-jejak luhur peradaban dalam memberi layanan pendidikan bagi yang membutuhkan. Fenomena SMP Terbuka berjalan dengan baik, pada mulanya. Seiring perkembangan waktu, karena faktor kebijakan, akhirnya SMP Terbuka mengalami pasang surut atau bahkan ada yang sudah tidak dioperasionalkan secara nyata. Adapun alasan pasang surutnya UPT SMP Terbuka di Kota Pasuruan, khususnya bagi sekolah yang sudah tidak menjalankan lagi (UPT SMP Negeri 6 dan UPT SMP Negeri 7 Pasuruan) adalah sebagai berikut.

UPT SMP NEGERI 6 PASURUAN
UPT SMP Negeri 6 Pasuruan terletak di daerah perbatasan: Kota Pasuruan dan Kabupaten Pasuruan. Jumlah siswa yang masuk di sekolah ini komposisinya adalah : 60% (dari Kabupaten Pasuruan) dan 40% (Kota Pasuruan). Hal-hal yang perlu dipaparkan disini adalah mengenai implementasi kegiatan SMP Terbuka dan fenomena tragis pendidikan yang terjadi didalamnya, termasuk unsur kebijakan yang mendasarinya. Untuk alasan ini, maka perlu dipaparkan kelebihan dan kelemahan dalam tataran implementasinya sebagai satu wujud paparan fakta nyata dengan harapan bisa dicarikan solusi bersama.

Kelebihannya :

  1. Siswa masih banyak berjumlah hingga 40 siswa pada saat sebelum ditutup (animo masyarakat tinggi karena letaknya yang berada di perbatasan Kota Pasuruan dan Kabupaten Pasuruan)
  2. Perhatian Pemkot tinggi terhadap eksistensi SMP Terbuka.
  3. Adanya fasilitasi siswa untuk bersekolah (PROGRAM WAJAR) meskipun usia mereka melebihi usia reguler (15 tahun keatas).

Kelemahan :

  1. Adanya penunjukkan sekolah sebagai Sekolah Standar Nasional (SSN) yang tidak memperbolehkan hadirnya SMP Terbuka.
  2. Tahun 2016 SMP Terbuka mulai ditutup untuk selamanya.

Mengacu kelebihan di atas, hal itu menunjukkan bahwa UPT SMPN 6 Pasuruan masih diminati peserta didik yang tidak diterima di jalur formal (reguler). Mengapa mereka suka belajar di SMP Terbuka? Alasannya adalah sebagai berikut:

  1. Karena mereka bisa melakukan efisien waktu.
  2. Karena mereka bisa mengatur waktu belajar dan bekerja.
  3. Karena mereka bisa memperoleh layanan khusus untuk peningkatan pemenuhan standar minimal, dll.

Atas pertimbangan ini, maka SMP Terbuka masih diharapkan bisa diterapkan di UPT SMPN 6 Pasuruan. Karena keberhasilan SMP Terbuka di UPT SMPN 6, maka sekolah ini juga diberi Program Sekolah Retrival. Upaya Pemerintah Pusat ini dimaksudkan untuk menjaring aspirasi masyarakat dan sekaligus memberi nuansa segmentasi ke lapisan masyarakat.

UPT SMP NEGERI 7 PASURUAN
UPT SMP Negeri 7 Pasuruan terletak di pusat kota dan bersebelahan dengan UPT SMP Negeri 3 Pasuruan. Letaknya yang cukup dekat dengan jantung kota menunjukkan bahwa lembaga ini memiliki akses pendidikan yang baik. Adapun lingkup profesi masyarakat di sekitarnya adalah sebagai tukang kayu, pemilik mebeler, pedagang, dll. Kondisi profesi seperti ini terkadang juga perduli terhadap dinamika pendidikan yang ada di sana. Hasil observasi menunjukkan bahwa anak-anak sekolah (UPT SMPN 7 dan UPT SMPN 10) juga ikut membantu ayahnya, khususnya Hari Sabtu.
Mengapa Hari Sabtu? Karena hari ini adalah hari dimana pengrajin mebel menjual barang dagangannya dan juga membayar ongkos tukang, makanya hari itu semua barang diharapkan Terjual. Anak yang biasanya sudah dapat penghasilan, walaupun kecil, biasanya enggan memasuki sekolah reguler sehingga mereka lebih memilih SMP Terbuka sebagai alternatif pendidikan. Adapun potret kelebihan dan kelemahan yang ada di UPT SMPN 7 Pasuruan adalah sebagai berikut :

Baca Juga  Pelaksanaan Seleksi OSN tingkat Kab/Kota 2019

Kelebihan :
Dari beberapa sumber yang bisa dikonfirmasi, tidak ada kelebihan yang bisa dipaparkan dengan pasti karena faktor kebijakan yang menyebabkan ditutupnya SMP Terbuka.

Kelemahan :
Kelemahan yang bisa dipaparkan dari ditutupnya SMP Terbuka adalah sebagai berikut :

  1. Adanya penunjukkan sebagai Sekolah Standar Nasional (SSN) diduga tidak memungkinkan adanya SMP Terbuka.
  2. Siswa semakin berkurang. Data terakhir, dari sumber lapangan, sebanyak 3-5 saja
  3. Adanya program WAJAR Pemerintah Kota Pasuruan yang menyebabkan siswa belajar di sekolah reguler.
  4. Dengan adanya “Sekolah Gratis” menyebabkan sekolah reguler semakin naik daun, dll.

UPT SMP Negeri 11 Pasuruan
Satu-satunya sekolah yang masih mengakomodir dan menjalankan SMP Terbuka adalah UPT SMP Terbuka 2 Gadingrejo Pasuruan. Sekolah jenis ini masih dipertahankan oleh lembaga yang bersangkutan mengingat pentingnya beragam pendidikan bagi masyarakat. Dengan demikian lembaga ini menawarkan dua sisi pendidikan : pendidikan reguler dan SMP Terbuka. SMP Terbuka ini berdiri tanggal 12 Juli 2010 yang merupakan peralihan SMP Terbuka 2 Pasuruan induk UPT SMP Negeri 7 Pasuruan. Awalnya program keterampilan yang ditawarkan hanya satu. Tapi sekarang ada dua : menjahit dan sablon.

Tapi yang lebih dikhususkan adalah menjahit seiring dengan nilai kemanfaatan (utility values). Meskipun berjalan dengan perlahan dan seksama, program-program ini berjalan senafas dengan aspirasi siswa. Hal ini senada dengan ungkapan “Tak masalah seberapa lamban Anda berjalan, yang penting tidak berhenti.”

Saat ini kondisi jumlah siwa SMP Terbuka 2 Gadingrejo Pasuruan adalah sebagai berikut:
Kelas 8 : Irwansyah, M. Rudi Susanto, Riyanto, A. Rizal Efendi, Lailatul Isnaeni, M. Rizki Firmansyah
dan M Rizki Kubro
Kelas 7 : Aminah.

Hal-hal prismatik yang akan dilakukan SMP Terbuka 2 di Tahun Pelajaran 2019/2020 (sebagai bentuk kemitraan dengan warga sekolah dan sekitar).

  1. Melatih warga sekolah, khususnya GTT dan PTT, dan warga sekitar tentang keterampilan menjahit. Hal ini dimaksudkan memberi keterampilan dasar kepada mereka. Ketika mereka sudah mahir. Mereka akan bisa menjahit baju siswa. Dengan demikian, ada kemitraan yang kontinyu dengan sekolah.
  2. Memberi bekal generasi muda kampung (karangtaruna) tentang jahit-menjahit agar mereka memiliki keterampilan hidup (life skill) sebagai alternatif profesi dikemudian hari dll.

Kesimpulan
Melihat fakta-fakta di atas tentang kronologi SMP Terbuka di Kota Pasuruan, nampaknya semua pihak harus peduli alternatif, seperti SMP Terbuka , misalnya menjadi hal penting untuk dilakukan karena memberi segmentasi pendidikan yang ada di Kota Pasuruan. Oleh sebab itu, sebagai satu piloting project, SMP Terbuka 2 menjadi solusi faktual pilihan pendidikan bagi mereka yang tidak bisa mengikuti jenjang pendidikan reguler.

Penulis : Mustriono

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top