Kegiatan Sosialiasi Kebijakan Melalui Media Sosial

Tujuan diadakannya kegiatan sosialiasi kebijakan melalui media sosial ini adalah untuk meningkatkan pemahaman informasi dalam peran pengelolaan media sosial di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Materi yang disosialisasikan yaitu:

  1. Pengelolaan Media Sosial oleh Bapak Anandes Langguana dari BKLM, beliau menyampaikan bahwa pengelola medsos adalah ujung tombak komunikasi dengan masyarakat, yang melukis wajah satuan kerja masing-masing agar tampak cantik, selain itu juga Bapak Anandes menjelaskan fungsi-fungsi medsos yaitu rebuilding trust, closing the gaps, messaging eats the world, dll. Dalam menyampaikan informasi dihalaman bawah harus ditambahkan ada identitas diri kita, pastikan bahwa kita siap menjawab pertanyaan yang akan diajukan oleh netizen salahsatunya dengan memastikan apa yg akan disampaikan kita paham atau memiliki narasumber yang siap memberikan jawaban. Terkadang yg kita sampaikan bukan hanya tentang berita Kemdikbud (pendidikan) saja tetapi bisa jadi berita yg lain. misal tentang menginformasikan harga daging menjelang lebaran ini, hal tersebut wajar apabila masih berkaitan tentang kebijakan Pemerintah kepada masyarakat agar lebih paham (narasi bersama).
  2. Konsep Design Grafis oleh TIM BKLM, tim menyampaikan terkait dengan peran design grafis, dengan dibuatkannya design grafis kita bisa membuat gambar infografis yang bisa dilhat oleh orang lain tetapi orang tersebut akan tahu apa yang dimaksud dengan kata lain bahwa pesan-pesan yang akan disampaikan bisa langsung dimengerti. Ada beberapa software yang bisa digunakan dalam membuat design grafis diantaranya adobe CS dan corel draw.
  3. BIjak Melalui Media Sosial oleh Bapak Soeparto Staf Khusus Menteri Bidang Komunikasi Publik dan Kerjasama Luar Negeri Kemdikbud. Beliau menyampaikan terkait bubble filter, seseorang yang terkena bubble filter sulit diberikan informasi yang berbeda, karena dipikirannya informasi yang berada diluar itu salah, yang benar hanya komunitasnya. Tidak sedikit kaum intelektual mengalami bubble filter padahal seharusnya bisa menganalisis berita yang didapatkan minimal mencari tau kebenarannya dengan cari sumbernya darimana. Pembuatan berita seharusnya by design, meramu cara penyampaian, misalnya dengan lomba-lomba sederhana, kuis,
  4. Era Digital oleh Bapak Shafiq Pontoh pengamat era digital.

Salah satu tujuan publikasi yaitu menyampaikan isu, bentuk penyampaian isu bisa dengan talkshow, iklan layanan masyarakat, news ticker, running text, maupun liputan. Media dalam menyampaikan isu diantaranya televisi, radio, cetak, online, pameran, dll.

Kita harus menyadari bahwa saat ini adalah zaman era digital, dibuktikan dari data yang diperoleh per januari 2018, dari sekitar 250 juta penduduk di Indonesia total number of mobile connection di Indonesia sudah mencapai 355 Million, ini pertanda rerata setiap pedudukan di Indonesia memiliki 2 hingga 3 kartu sim yang aktif digunakan, dan total number of active internet users 132.7 milion. Sehingga perlu mengetahui Demitifikasi era digital diantaranya : Kerjanya admin medsos, hoax, trending topic dan viral, dan membuat konten yang benar.

Saat ini jamannya Digital lifestyle oleh karenanya kita harus membekali diri dengan kemampuan-kemampuan agar tidak kalah bersaing dengan yang lain, beberapa kemampuan yang harus dimiliki diantaranya kemampuan berpikir kreatif, kritis, inovasi, dan pemecahan masalah, kemampuan dalam meliterasi media, teknologi. Informasi dan komunikasi. Sebagai pengelola medsos harus lebih saring before sharing jangan langsung percaya dengan berita yang beredar.

Baca Juga  Apa itu Sekolah Aman Asap?

Penulis : Yanuar Asmara, M.Pd

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top