Jelaga Sebagai Solusi Pencemaran Udara

Jakarta – Polusi udara di Jakarta adalah yang terparah di seluruh Indonesia. Sampai sebagai warga Jakarta. Jelaga di pungkiri dapat mengurangi masalah polusi yang ada di Jakarta. Jelaga adalah butiran-butiran arang yang halus dan lunak. Butiran jelaga ini bertanggung jawab atas 20% pemanasan global yang terjadi didunia dengan pengurangannya menjadi salah satu cara tercepat dan paling ekonomis untuk memperlambat perubahan iklim dalam hal ini akan melindungi kesehatan manusia.

Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) tahun 2019 merupakan perwakilan peserta dengan naskah terbaik dari seluruh Indonesia. Kreatifitas peserta dalam membuat penemuan-penemuan baru.

Devi Wahyu Kitri S.Pd selaku guru pembimbing dari SMPN 239 Jakarta, menuturkan “Filtrasi dengan menggunakan Jelaga yang berasal dari batok kelapa ini terinspirasi dari anak-anak didik kami mereka yang tergabung dalam eksrakurikuler Karya Ilmiah Remaja (KIR) disekolah kami. Penelitian ini terinspirasi dari pencemaran udara yang terjadi di DKI Jakarta, mengapa mau memfiltrasi, Filtrasi atau proses penyaringan yang biasanya terjadi pada air tetapi kami mencari inovasi filtrasi dengan asap. Filtrasi pencemaran yang ada yaitu jelaga. Jelaga atau sumber”.

Pencemaran udara dapat meningkatkan pemanasan global warning. Dengan jelaga kita dapat mengurangi atau dapat lebih merendahkan pemanasan global, sebagai generasi muda kami ingin mengurangi pencemaran udara dengan jelaga.

Baca Juga  Pameran Gelar Karya Film Pelajar

“Dengan menggunakan limbah batok kelapa yang mudah dicari. Limbah kelapa yang terbuang sia-sia dapat dimanfaatkan dengan menjadikannya arang dengan cara yang sederhana sekali kemudian dilanjutkan untuk jadi filtrasi dari batok kelapa. Filtrasinya mudah dengan pembuatan tungku sederhana yang kami buat. Filtrasi Jelaga dapat dipakai siapa saja dan berbagai kalangan, baik dirumah tangga, industry, lingkungan. Seperti halnya kami melakukan pengamatan pada mobil mentro mini. Tetapi belum terlalu maksimal hasilnya diperlukan penelitian selanjutnya dikarenakan bila dengan kecepatan cepat ketika di filtrasi jelaganya akan mental dan bila dengan kecepatan stabil itu filtrasi akan terlihat dengan jelas” tambah pembimbing dari SMPN 239 Jakarta.

Harapannya “Semoga dapat bermanfaat bagi orang banyak, insha Allah untuk Negara kita Indonesia. Bila bukan generasi muda, siapa lagi yang akan membangun Indonesia maju. Semoga kegiatan OPSI yang akan mendatang semakin maju, menciptakan peneliti-peneli handal yang berjiwa tangguh dan inovatif”.

Penulis

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top