Engkong Eddy Pahlawan Pendidikan Anak Jalanan

Jakarta – Eddy Hidayat (78 tahun) yang kerap disapa Engkong Eddy merupakan Pendiri serta Pembina Yayasan Aulia yang dirintis olehnya sejak tahun 1980 bertempat di Jl Sunter Mas Tengah H Blok G/6, Jakarta Utara. Yayasan Aulia menampung dan memberikan beasiswa sekolah SD, SMP, dan SMA kepada anak jalanan yang tersebar di Pedongkelan, Tanah Merah, Senen, Pasar Gaplok, Sunter. Selain itu mereka diberikan pendidikan non formal seperti kelas terbuka ataupun kursus keterampilan.

Di latar belakangi seorang pedagang, Engkong Eddy merasa jenuh dengan hidupnya dan ingin menjalani kehidupan yang lebih berarti.  “Ketika waktu dulu masih muda saya pergi ke Pasar Senen melihat anak kecil 12 tahun sudah dijual, banyak anak yang ditelantarkan orang tuanya, ayam saja ada kandangnya  anak-anak kok gentayangan sana sini.” Ujarnya.

Ketika pemerintah belum ada jaminan pendidikan, jangankan untuk berpikir belajar dan sekolah, orang tuanya saja sulit mendapatkan uang untuk makan sehari-hari sehingga anaknya yang masih belasan tahun biasanya sudah bekerja. “Kehidupan batin itu goyang, mulai dari situ saya terenyuh dan berpikir kalau anak-anak ini diberi kesempatan untuk sekolah diajarkan moral yang baik insyaallah pasti bisa, jadi saya mulai semangat disitu, modalnya hanya diri sendiri saja tidak punya apa-apa”. Tuturnya.

Awalnya Engkong datang ke pasar untuk mengajarkan mereka baca tulis, dibawah pohon ataupun dimana saja. Seiring berjalannya waktu engkong semakin dekat dengan anak-anak walaupun ada hambatan ketika polisi datang mereka berhamburan lari karena tahu mereka akan ditangkap. Belum lagi ancaman senjata tajam dari pemimpin geng setempat yang bengis karena merasa kesal, anak-anak yang dijadikan alat mereka untuk mencuri sebagian telah ditampung di tempat Engkong.

Baca Juga  Bertarung Dengan Logika Dalam OSN Tingkat SMP Tahun 2019

Melalui pendekatan dan rasa kepedulian, baik terhadap anak maupun orang tuanya mulai timbul kesadaran pentingnya pembinaan masyarakat melalui pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan manusia. Dari mulut ke mulut, engkong mulai dikenal bukan hanya oleh orang-orang lokal bahkan dikenali dan diberikan bantuan dari badan sosial dunia seperti Save the Children US, Terre des Hommes Netherlands, dan UNICEF. Sejak saat itu anak-anak jalanan bisa sekolah hingga sebagian besar berhasil menggoreskan prestasi. “Kemiskinan itu bukan dibuat malu, justru kekurangan kita itu menjadikan kekuatan bagi kita untuk berjuang maju”  Pesannya.

Gaya penampilan yang sederhana dengan kaos oblong menunjukkan kesejajaran dan integritas tinggi untuk berinteraksi dengan anak dan keluarga miskin yang didampinginya. Hal ini menandakan bahwa engkong tidak bisa merubah identitasnya karena engkong juga bagian dari mereka.

Penulis : Zia Zelina

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top