Dinamika Menghadapi Soal IJSO

Internasional – Mohammad Nabiel Shafa merupakan sosok yang telah memiliki rekam jejak gemilang dalam lomba di tingkat nasional dan internasional. Hal tersebut seperti diungkapkan ibunda dari Nabiel, S.Solichati yang akrab dipanggil Atiek.

“Dari SD kelas IV sudah menang di OSN Matematika. Kelas V ia masuk ke IPA. Nabiel menjadi tim dari Provinsi Riau ketika SD. Sampai OSN di Palembang tahun 2016 mendapatkan medali emas,” ungkap Atiek tentang Nabiel yang waktu itu bersekolah di SD Islam Terpadu Mutiara (Riau).

Prestasi Nabiel ketika SD juga telah mencapai tingkat internasional. Pada tahun 2016, ia berhasil meraih medali emas pada ajang International Mathematics and Science Olympiad (IMSO). Ia juga berhasil meraih medali emas dalam bidang sains di ajang Asian Science and Mathematics Olympiad for Primary School (ASMOPS) tahun 2016.

Anak dari pasangan Winarto dan S.Solichati ini pun melanjutkan kegemilangannya di ranah sains ketika menginjak bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Nabiel berhasil merengkuh medali emas bidang IPA pada Olimpiade Sains Nasional (OSN) SMP Tingkat Nasional Tahun 2018. Pada ajang internasional, anak kedua dari 3 bersaudara ini berhasil memperoleh medali perak The 15th International Junior Science Olympiad.

Baca Juga  Selamat mengikuti OSN SMP 2019

“Saya bangga dan bersyukur,” kesan dari Nabiel setelah meraih medali perak IJSO 2018.

Menempa Diri di Training Center

The 15th International Junior Science Olympiad yang digelar di Botswana pada 2 s.d. 11 Desember 2018 menyajikan soal tes multiple-choice questions, teori, dan eksperimen. Nabiel mengaku menghadapi dinamika tersendiri dengan varian soal tersebut.

“Soal-soalnya sangat banyak. Saya mengalami kesulitan di PG, banyak jawaban yang sedikit ambigu, jadi ragu-ragu mau memutuskan menjawab apa. Kalau yang di teori soalnya banyak kali. Jadi ada yang belum sempat ngerjain. Sedikit kurang teliti karena cepat-cepat,” kata Mohammad Nabiel Shafa di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (13/12/2018).

Nabiel yang tergabung di Tim Indonesia A bersama dengan Emilda Putri Aulia dan Nathanael Tjandra sesungguhnya telah menempa diri dengan berbagai soal-soal IJSO di training center (TC).

“Di TC 3 kan latihan soal-soal. Sebenarnya soalnya nggak ada yang sama persis. Konsepnya mungkin bisa sama,” jelas pelajar SMPN 115 Jakarta ini.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top