Bimtek Penguatan Pengelolaan Ekstrakulikuler

Jakarta – Pembukaan  Bimbingan Teknis Menguatan Pengelolaan Ekstrakulikuler SMP Tahun 2019 diawali dengan pemberian laporan berita acara oleh Bapak Hendro Sucipto dan resmi dibuka oleh Ibu Ninik Purwaning Setyorini, MA., selaku Kasubdit Kurikulum.

Dalam laporannnya, Bapak Hendro Sucipto menyebutkan Peserta Bimtek tersebut terdiri dari 168 peserta dari 56 Kabupaten, yang dinaungi oleh Provinsi : Bengkulu, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, dan Sumatera Selatan. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama melalui Kegiatan Pembelajaran SMP Tahun Ajaran 2019, bermaksud mengadakan Kegiatan Bimbingan Teknis Penguatan Pengelolaan Ekstrakulikuler. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka penguatan kapasitas sekolah dalam mengembangkan potensi, bakat dan minat siswa.

Ibu Ninik Purwaning Setyorini, MA., selaku Kasubdit Kurikulum menyampaikan beberapa hal mengenai Bimtek  Menguatkan Pengelolaan Ekstrakulikuler. Beliau mengatakan bahwa pada akhir-akhir ini Kemendikbud kembali diperbincangkan mengenai polemik mutu pendidikan atas dana yang diberikan dari pemerintah atas pelayanan dan pengelolaannya. Tanpa adanya keselarasan peran kebijakan-kebijakan yang dibuat tidak akan dapat berjalan dengan baik.

Baca Juga  Peninjauan Pelaksanaan UNBK SMP Negeri 1 Atambua

Upaya yang telah dilakukan terkait kebijakan yang dibuat adalah pembangunan gedung sekolah, penyediaan sarana dan prasarana dan disertai dengan adanya penyediaan tenaga pengajar dengan adanya pengangkatan para guru. Namun setelah banyaknya kebijakan yang dilakukan belum bisa menjawab permasalahan pendidikan yang kita hadapi. Pada tahun berikutnya Kebijakan Kemendikbud akan dipertajam dengan dua hal, yaitu : implementasi kurikulum dan peserta didik. Terkait implementasi dan kurikulum pencapaiannya adalah kompetensi siswa yang dilihat dari segi sikap, pengetahuan dan keterampilan.

Tantangan yang kita hadapi di era abad ke-21 ini diantaranya adalah rendahnya tingkat literasi dalam artian bukan hanya tentang membaca, akan tetapi bagaimana siswa mampu menganalisis,dan memahami sebuah informasi dengan baik dan penggunaan media berbasis IT untuk mempersiapkan siswa untuk menghadapi revolusi industri 4.0.

Foto detail kegiatan Bimtek tersebut silahkan buka menu Galleri Foto

Penulis : Shesvika Putri Anjani
Foto : Araafi

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top